PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN API-API (Avicennia marina) TERHADAP HISTOPATOLOGI HATI IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophilla

Dwi Ratih Sulistyorinie, Sri Andayani, Heny Suprastyani
  JFMR, pp. 263-273  

Abstract


Ikan koi (Cyprinus carpio) adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Adanya serangan penyakit pada budidaya ikan koi seperti Aeromonas hydrophilla dapat menyebabkan kerugian ekonomi dalam budidaya. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengobati serangan bakteri A. hydrophilla salah satunya menggunakan fitofarmaka ekstrak kasar daun api-api (Avicennia marina). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak kasar daun api-api (A. marina) serta mengetahui dosis terbaik terhadap histopatologi hati ikan koi yang diinfeksi bakteri A. hydrophilla. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan A (10 ppm), perlakuan B (30 ppm), perlakuan C (50 ppm) dan perlakuan D (70 ppm). Ikan koi (C. carpio) diinfeksi dengan bakteri A. hydrophilla dengan kepadatan 107 sel/ml. Perendaman ekstrak kasar daun api-api (A. marina) dilakukan pada hari pertama setelah penginfeksian bakteri selama 48 jam. Hasil pengamatan histopatologi hati pada ikan koi diperoleh adanya kerusakan berupa kongesti, hemoragi dan nekrosis pada organ hati. Perendaman dengan ekstrak kasar daun api-api (A. marina) menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata (P>0,05) hal ini terbukti dari semakin tinggi dosis ekstrak yang digunakan semakin rendah kerusakan pada hati ikan. Oleh karena itu, perendaman ekstrak kasar daun api-api (A. marina) mampu memberikan efek penyembuhan pada ikan koi (C. carpio) yang diinfeksi bakteri A. hydrophilla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terendah didapatkan pada perlakuan A (10 ppm) dan hasil terbaik ada pada perlakuan D (70 ppm).


Keywords


Histopatologi, Daun Api-Api, Aeromonas hydrophilla, Ikan Koi, Hati

Full Text:

PDF

References


Sukarni, Maftuch, dan H. Nursyam. 2012. Kajian Penggunaan Ciprofloxacin terhadap Histologi Insang dan Hati Ikan Botia (Botia macracanthus, Bleeker) yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. J. Exp. Life Sci. 2(1): 6-12.

Nurjannah, R. D. D., S. B. Prayitno dan S. Sarjito. 2013. Pengaruh ekstrak daun sirsak (Annona muricuta) terhadap profil darah dan kelulushidupan ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri A. hydrophila. Journal of Aquaculture Management and Technology. 2(4): 1-12.

Samsundari, S. 2012. Pengujian ekstrak temulawak dan kunyit terhadap resistensi bakteri Aeromonas hydrophila yang menyerang ikan mas (C. carpio). Gamma. 1(2): 71-83.

Karmila, U., S. Karina dan C. Yulvizar. 2017. Ekstrak kunyit Curcuma domestica sebagai anti bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan patin Pangasius sp. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perikanan dan Kelautan Unsyiah. 2(10): 150-157.

Anggraini, D., F. H. Taqwa dan Yulisman. 2017. Mortalitas benih ikan koi (Cyprinus carpio) pada ketinggian dasar media gabus ampas tebu dan lama waktu pengangkutan yang berbeda. JPK. 19(1) : 78-89.

Purwaningsih, U. A. Indrawati dan A. M. Lusiastuti. 2015. Patogenesis ko-infeksi penyakit fish tuberculosis dan Motile Aeromonas Septicemia pada ikan gurame (Osphronemus gouramy). 10 (1). 99-107.

Kahfi, K. E., K. Fariestha, H. Suprastyani. 2016. Histopatologi hati dan ginjal ikan lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi pakan simplisia kulit buah manggis (Garcinia mangostana L).Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Riau. 1:1-11.

Kusrini, E., S. Cindelaras dan A. B. Prasetio. 2015. Pengembangan budidaya ikan hias koi (C. carpio) lokal di balai penelitian dan pengembangan budidaya ikan hias Depok. Media Akuakultur. 10(2) : 71-78.

Aminah, S. B. Prayitno dan Sarjito. 2014. Pengaruh perendaman ekstrak daun ketapang (Terminalia cattapa) terhadap kelulushidupan dan histologi hati ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Journal of Aquacultur Management And Technology. 3(4):118-125.

Nurjannah, R. D. D., S. B. Prayitno dan S. Sarjito. 2013. Pengaruh ekstrak daun sirsak (Annona muricuta) terhadap pofik darah dan kelulushidupan ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri A. hydrophila. Journal of Aquaculture Management and Technology. 2(4): 1-12.

Yuasa, K. N., M. B. Panigoro dan Kholidin. 2003. Panduan Diagnosa Penyakit Ikan Budidaya Air Tawar : Teknik Diagnosa Penyakit Ikan Budidaya Air Tawar di Indonesia. International Coorperation Agency. 75 hlm.

Handayani, N., S. Wahyuono, T. Hertiani dan R. Murwanti. 2018. Uji aktivitas fagositosis makrofag ekstrak etanol daun suji (Dracaena angustifolia) secara in vitro. Pharmacy Medical Journal. 1(1) : 26-32.

Jamin dan Erlangga. 2016. Pengaruh insektisida golongan organofosfat terhadap benih ikan nila gift (Oreochromis niloticus, Bleeker): analisis histologi hati dan insang. Acta Aquatica. 3(2): 46-53.

Salikin, R. Q., Sarjito dan S. B. Prayitno. 2014. Pengaruh perendaman ekstraks daun binahong (Anredera cordifolia) terhadap mortalitas dan histologi hati ikan mas (Cyprinus carpio) yang diinfeksi bakteri Aeromonas caviae. Journal of Aquacultur Management and Technology. 3(3) 43-50.

Roslizawaty, N., Y. Ramadani, Fakhrurrazi dan Herrialfian. 2013. Aktivitas antibacterial ekstrak etanol dan rebusan sarang semut (Myrmecodia sp.) terhadap bakteri Escherichia coli. Jurnal Medika Veterinaria. 7 (2). 91-94.

Mandia, S., N. Marusin dan P. Santoso. 2013. Analisis histologis ginjal ikan asang (Osteochilus hasseltii) di danau Maninjau dan Singkarak, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Airlangga. 2(3): 194-200.

Setiawan, M. H., S. Mursiti dan E. Kusumo. 2016. Aisolasi dan uji daya antimikroba ekstrak kulit nanas (Ananas comous L. Merr). Jurnal MIPA. 39(2) : 128-134.

Ngajow, M., J. Abidjulu dan V. S. Kamu. 2013 . pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang Matoa (P. pinnata) terhadap bakteri Stapylococcus aureus secara in vitro. Jurnal MIPA Unsrat Online. 2(2) : 128-132.

Khaerani, L, R., S. B. Prayitno dan A. H. C. Haditomo. 2018. Pengaruh perendaman ekstrak blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) untuk mengobati infeksi Aeromonas hydrophila pada ikan mas (C.carpio). Journal of Aquaculture Management and Technology. 7(1):99-106.

Mangunwardoyo, W., M. R. Ismayasari dan E. Riani. 2010. Uji patogentias dan virulensi Aeromonas hydrophila Stanier pada ikan nila (Oreochromis niloticus Lin.) melalui postulat koch. Jurnal Riset Akakultur. 5(2): 245-255.

Solichin, A., N. Widyorini dan D. S. M. Wijayanto. 2013. Pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum) dengan dosis yang berbeda terhadap lepasnya suckers kutu ikan (Argulus sp.) pada ikan koi (Cyprinus carpio). Journal of Management of Aquatic Resources. 2(2) : 46-53.

Yu, H. B., P. S. Rao, H. C. Lee, S. Vilches, S. Merino, J. M. Tomas and K. Y. Leung. 2004. A type III secretion system is required for Aeromonas hydrophila AH-1 pathogenesis. Infection and Immunity. 72(3): 1248-1256.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)