Pengaruh Derajad Deasetilasi Chitosan dengan Perlakuan Alkali Berbeda Terhadap Kualitas Edible Film

Dwi Setijawati, Dinda Ersyah, Mr. Yahya
  JFMR, pp. 276-284  

Abstract


Tujuan Penelitian adalah menentukan jenis dan konsentrasi alkali untuk menghasilkan chitosan dengan nilai derajat deasetilasi  dan pengaruhnya terhadap kualitas edible film berbahan campuran kappa, iota caragenan dan chitosan. Diduga Chitosan yang diberi perlakuan variasi jenis alkali (KOH dan NaOH) dengan konsentrasi berbeda (55%, 60%, 65%)  memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap DD Chitosan yang berbeda. Sedangkan Chitosan dengan DD berbeda yang digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan edible film  diduga memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kualitasnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis dan konsentrasi alkali berpengaruh signifikan terhadap nilai derajat deasetilasi chitosan dengan nilai derajat deasetilasi chitosan tertinggi didapatkan dengan perlakuan NaOH 65% sebesar 84,36%. Nilai derajad deasetilasi chitosan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, elongasi, kuat tarik, ketebalan dan transmisi uap air edible film. Kualitas edible film yang dipengaruhi DD chitosan tertinggi  sebagai bahan campuran edible film adalah Kadar air 10,83% - 17,67%;, elongasi 6,95% - 8,58%;;, kuat tarik 41,07 N/cm2 - 72,76 N/cm2, ketebalan 39,86 µm - 58,67 µm dan transmisi uap air edible film 05 0,26 g/m2jam - 0,26 g/m2jam.


Keywords


Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, Kappa caragenan, iota caragenan

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Ahmad, T., P. Kok Khiang, C. Hung Seng. 2002. Reporting degree of deacetylation values of chitosan: the influence of analytical methids. Journal of pharmacy and pharmaceutical sciences. 5(3): 205-212

Bosc V, Ferrari I and Michon C 2008 Adhesion to solid surfaces of gels of iota-carrageenan alone or in mixture with casein Colloids and Surfaces A: Physicochem. Eng. Aspects 331 2-7

Citrowati, A. N., W. H. Satyantini dan G. Mahasri. 2017. pengaruh kombinasi NaOH dan suhu berbeda terhadap nilai derajat deasetilasi chitosan dari cangkang kerang kampak (Atrina pectinata). Journal of Aquaculture and Fish Health. 6(2): 48-56

Darmajana, D. A., N. Afifah, E. Solihah, N. Indriyanti. 2017. Pengaruh Pelapis Dapat Dimakan dari Caragenan terhadap Mutu Melon Potong dalam Penyimpanan Dingin. AGRITECH. 37(3): 280-287

Huri, D dan F. C. Nisa, 2014. Pengaruh Konsentrasi Gliserol dan Ekstrak Ampas Kulit Apel Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Edible film. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2(4): 29-40

Kaimudin, M dan M. F. Leounupun. Karakterisasi chitosan dari limbah udang dengan proses bleaching dan deasetilasi yang berbeda. Majalah BIAM. 12(1): 1-7

Krochta, J.M., Baldwin E.A, NisperosCarriedo. 1994. Edible coatings and Films to improve Food Quality. Technomic Pub.Co., Inc: Lancaster

Kusumawati, D. H. dan W. D. R. Putri. 2013. Karakteristik fisik dan kimia edible film pati jagung yang diinkorporasi dengan perasan temu hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 1(1): 90-100

Lascombes C, Agoda-Tandjawa G, Boulenguer P, Garnec C L, Gilles M, Mauduit, Barey P and langendorff V 2016 Starch-carrageenan interactions in aqueous media: role of each polysaccharide chemical and macromolecular characteristics J. Food Hydrocolloids 30 1-14.

Minda, A., J. Efendi, E. Syofyeni, R. M. Lesi, dan S. Novalina. 2010. Pengaruh konsentrasi NaOH dan KOH terhadap derajat deasetilasi khitin dari limbah kulit udang. Eksakta. 1(11)

Mohadi, R., C. Kurniawan, N. Yuliasari. 2014. Karakterisasi chitosan dari cangkang rajungan dan tulang cumi dengan spektrofotometer FT-IR serta penentuan derajat deasetilasi dengan metode baseline. Seminar Nasional FMIPA UNSRI

Nieto, B M, 2009. Structure and Function of polysaccharide Gum-based Edible Film And Coating in Edible Films And Coating For Food Aplications Book, Springer Dordrecht Heidelberg London New York.

Philip, G.O., William, P.A. 2002. Handbook of Hydrocolloids. CRC Press. Boca Raton Boston New York Washington, DC. Woodhead Publishing Limited, Cambridge England.

Santacruz, S., Rivadeneira,C And Castro,M. 2015. Edible film Based on Starch and Chitosan. Effect Of starch Source and Concentration, Plastiziser, Surfactan’s Hydrophobic Tail and Mechanical Treatment. Journal Food Hydrocolloids.

Sebti I, Martial-Gros A, Carnet-Pantiez A, Grelier S, Coma V ,2005. Chitosan polymer As Bioactive coating and film against Aspergillus niger contamination, Journal Of Food Science 70 (2), M100-M104.

Setijawati, D. 2017. Penggunaan eucheuma sp dan chitosan sebagai bahan edible film terhadap kualitasnya. Journal of Fisheries and Marine Science. 1(1): 6-14.

Thariq, M. R. A., A. Fadli, A. Rahmat, R. Handayani. 2016. Pengembangan Chitosan Terkini pada Berbagai Aplikasi Kehidupan: Review. Conference: Seminar Nasional Teknik Kimia Teknologi Petro dan Oleokimia.

Webber V, Carvalho S M D, Ogliar P J, Hayashi L and Barreto L M 2012 Optimization of the extraction of carrageenan from Kappaphycus alvarezii using response surface methodology Cienc. Tecnol. Aliment 32 812-8

Wulandari, K., R. Sulistijowati, L. Mile. 2015. Chitosan Kulit Udang Vaname Sebagai Edible Coating Pada Bakso Ikan Tuna. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 3(3): 118-121

Zhang T, Xu X, Ji L, Li Z, Wang Y, Xue Y and Xue C 2017 Phase behaviors involved in surimi gel system: effects of phase separation on gelation of myofibrillar protein and kappacarrageenan J. Food of International 1-25


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)