PENGEMBANGAN PETA PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN

Bambang Sukresno, Denny Wijaya Kusuma
  JFMR, pp. 387-395  

Abstract


Riset pengembangan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) telah berjalan sejak tahun 2000 yang dilakukan oleh Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) - Kementerian Kelautan dan Perikanan. PPDPI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Dalam pengembanganya, PPDPI disusun berdasarkan pada data satelit yang mampu menyajikan parameter oseanografis dengan resolusi spatial yang tinggi serta resolusi temporal harian. Beberapa parameter yang digunakan untuk analisis antara lain suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, tinggi permukaan laut, sub surface temperature  dan dilengkapi dengan informasi kecepatan angin serta tinggi gelombang. Terdapat beberapa jenis peta yang dihasilkan, antara lain PPDPI nasional, PPDPI pelabuhan dan PPDPI spesies khusus. Metode pembuatan PPDPI pada awalnya menggunakan proses yang sederhana berupa tumpang susun (overlay) beberapa data satelit. Kemudian mengalami perkembangan dengan dilakukanya image analysis identifikasi fenomena front. Pada penyusunan PPDPI untuk spesies khusus dilakukan dengan analisis Generalized Aditif Model (GAM), sedangkan PPDPI ikan tuna disusun berdasarkan analisis Empirical Cumulative Distribution Function. Berdasarkan pada validasi menggunakan data penangkapan ikan dapat diketahui bahwa akurasi PPDPI memberikan informasi dengan akurasi yang cukup tinggi, bahkan mencapai 87,2%. Pendistribusian informasi PPDPI kepada pengguna baik nelayan maupun pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan dilakukan dengan berbagai media sehingga dapat di akses secara mudah, cepat dan mampu menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia.

 

The Institute for Marine Research and Observation (IMRO) - Ministry of Marine Affairs and Fisheries has initiated research on the Potential Fishing Ground (PFG) since 2000. PFG is one of the government’s intentions to reinforce responsible and sustainable fisheries resources management. In its development, we compiled PFG based on satellite data which can provide oceanographic variables with high spatio-temporal resolution. The data employed for the assessment include sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, sea level, subsurface temperature, and completed by information of wind speed and wave height. There are several types of maps presented, including PFG for nationwide coverage, PFG of fishing port-based, and PFG of species-based. The initial design applied to develop the PFG was a direct process of superimposing several satellite data. The further method of PFG analysis was single image edge detection to identify the sea surface temperature front. The other method performed to produce PFG of species based was the Generalized Additive Model (GAM). Furthermore, PFG for tuna was prepared based on the analysis of the Empirical Cumulative Distribution Function. Based on the validation using the fishing logbook, we can verify that the PFG provides information with high accuracy of 87.2%. The distribution of PFG information to users including fishermen, stakeholders and policy makers is carried out with various platforms so that we can access it throughout the Indonesian area.


Keywords


Map, Fishery, satellite data, Sea Surface Temperature, Chlorophyll-a

Full Text:

PDF

References


R. Dahuri, “Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan”. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, 2003.

D. Jatisworo dan A. Murdimanto, “Peranan Teknologi Penginderaan Jauh bagi Penangkapan Ikan di Indonesia (Studi Kasus Kabupaten Indramayu)”, Bunga Rampai Penginderaan Jauh Indonesia, Pusat Penginderaan Jauh ITB, 2012.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, Website ; https://kkp.go.id/kategori/164-Peta-Prakiraan-Daerah-Penangkapan-Ikan di download pada 5 Maret 2021.

Departemen Kelautan dan Perikanan, Rencana strategis pembangunan kelautan dan perikanan 2001 – 2004. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 2002.

B. Sukresno, A. Hartoko dan B. Sulistyo, “Empirical cumulative distribution function (ECDF) analysis of Thunnus. sp using ARGO Float sub-surface multilayer temperature data in Indian Ocean South of Java”. Procedia Environmental Sciences, Vol. 23, Hal. 358-367, 2015.

E. Susilo, T. A. Wibawa, dan A. Wijaya, “Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Lemuru Di Selat Bali Berbasis Rantai Makanan Menggunakan Data Satelit Osenografi”,. Balai Penelitian dan Observasi Laut-KKP, 2015.

Departemen Kelautan dan Perikanan, “Pemanfaatan dan pengembangan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI)”, Laporan kegiatan Pusat Riset Teknologi Kelautan, Badan Riset Kelautan dan Perikanan, DKP, 2003.

B. Hasyim dan N. Salma, “Analisis Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Kaitannya Dengan Lokasi Penangkapan Ikan dan Laju Pancing Ikan Tuna di Perairan Selatan Bali”, Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan ke 8 MAPIN, Jakarta, 1998.

A.F.G. Fiuza, “The Measurement of Sea Surface Temperature From Satellite”, Hal. 197 – 280. dalam A.P. Cracknell, “Space Oceanography”, World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd. Singapura, 1992.

D. Jatisworo dan A. Murdimanto, “Identifikasi thermal front di Selat Makassar dan Laut Banda”, Simposium Nasional Sains Geoinformasi III, University Club, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Hal. 25-26, 2013.

R. Hanintyo, S. Hadianti, R.P. Mahardhika, J. Aldino dan F. Islamy, “Sebaran Musiman Kejadian Thermal front Berdasarkan Citra Aqua-MODIS di WPP-RI 714, 715, WPP-RI 716”. Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh Nasional, 2015.

W. E. Rintaka, E. Susilo dan A. W. Hastuti, “Pengaruh In-Direct Upwelling Terhadap Jumlah Tangkapan Lemuru Di Perairan Selat Bali”, Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan V Universitas Brawijaya, Hal. 312-319, 2015.

B. Sukresno, D. Jatisworo dan D.W. Kusuma, “Analisis multilayer variabilitas upwelling di perairan Selatan Jawa”, Jurnal Kelautan Nasional, Vol. 13, No. 1, 15, 2018.

R. Hanintyo, “Spatio-Temporal Habitat Suitability Detection for Small Pelagic Fish Using Earth Observation Data on Nusa Penida Coast Bali, Indonesia” Master's thesis, University of Twente, 2019.

K. I. Suniada, E. Susilo dan A. W. Hastuti, “Validasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) di Perairan Laut Jawa (WPP-RI 712)”, Prosiding Forum Nasional Sains dan Teknologi Kelautan dan Perikanan, 2015.

W.E. Rintaka dan E. Susilo, “Validation of potential fishing zone forecast using experimental fishing method in Tolo Bay, Central Sulawesi Province”. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Vol. 137, No. 1, Hal. 012-041, 2018.

N. M. Farda dan D. Jatisworo, “Penambangan Pola Ruang Waktu Pada Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Di Perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 712, 713, DAN 573”, Majalah Ilmiah Globe, Vol. 21, no. 2, Hal. 117-128, 2019.

B. Sukresno, A. Murdimanto, R. Hanintyo, D. Jatisworo dan D.W. Kusuma, “The use of CMEMS and Argo float data for bigeye tuna fishing ground prediction”, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Vol. 246, No. 1, 2019.

D. Jatisworo, A. Murdimanto, D.W. Kusuma, . Sukresno, dan . Berlianty, “Analisis Penerapan Metode Gap Filling Untuk Optimalisasi Perolehan Data Suhu Permukaan Laut Bebas Awan Di Selat Bali”, Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, Vol. 15, No. 2, 2019.

K. I. Suniada, E. Susilo, W. E. Rintaka dan N. Widagti, "Rolling Mosaic Method To Support The Development Of Potential Fishing Zone Forecasting For Coastal Areas", International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES),Vol. 16, No. 2 Hal. 107-120, 2020.

D.W. Kusuma, A. Murdimanto, B. Sukresno dan D. Jatisworo, “Comparison of interpolation methods for sea surface temperature data”, Journal of Fisheries and Marine Research, Vol. 2, No. 2, Hal. 103-115, 2018.

B. Sukresno, R. Hanintyo, D. W. Kusuma, D. Jatisworo dan A. Murdimanto, “Three-way error analysis of sea surface temperature (SST) between HIMAWARI-8, buoy, and mur SST in SAVU Sea”, International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES), Vol 15, No. 1, Hal. 25-36, 2018a.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)