KARAKTERISTIK MIKROPLASTIK PADA EKOSISTEM PESISIR DI KAWASAN MANGROVE PERANCAK, BALI

Agung Yunanto, Nazulatul Fitriah, Nuryani Widagti
  JFMR, pp. 436-444  

Abstract


Tingkat pencemaran mikroplastik di kawasan ekosistem pesisir telah diteliti pada bulan Juli 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran mikroplastik pada daerah hutan alami dan area bekas tambak di kawasan hutan mangrove Perancak Jembrana Bali. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan corer dengan kedalamam 0-30 cm, yang selanjutnya akan dibagi dalam tiga tingkat kedalaman (0-10 cm, 10-20 cm dan 20 -30 cm). Metode pemisahan partikel mikroplastik (0,25-5mm) didasarkan pada pemisahan berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan jenis mikroplastik yang ditemukan pada daerah hutan alami dan bekas tambak adalah film, fiber, fragmen dan pelet. Daerah hutan alami (F) ditemukan persentase tertinggi mikroplastik adalah dari jenis film (82,2%), kemudian diikuti dengan fragmen (9,7%)  fiber (5,8%) dan pelet (2,3%). Bekas tambak (P) ditemukan dominasi mikroplastik yang sama yaitu film (48,5%) diikuti fragmen (31,6%), fiber (17,7%) dan pelet (2,2%). Kelimpahan jenis mikroplastik di daerah hutan alami lebih besar dibandingkan areal bekas tambak. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hutan alami lebih efektif dalam menjebak sampah plastik dibanding dengan bekas tambak.


Keywords


mangrove, mikroplastik, Perancak, sedimen, bekas tambak

Full Text:

PDF

References


Arthur, C., Baker, J., & Bamford, H., Eds. Proceedings of the International Research Workshop on the Occurrence, Effects, and Fate of Microplastic Marine Debris. Sept 9-11, 2008. NOAA Technical Memorandum NOS-OR&R-30, 2009.

Dewi, I.S., A.A. Budiarsa, I.R. Ritonga. 2015. Distribusi mikroplastik pada sedimen di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol. 4, No. 3. http://jurnal.unsyiah.ac.id/depik/article/view/2888/2749. (Diakses 31 Agustus 2016, 20.00 WITA)

Hidalgo-Ruz V, Gutow L, Thompson RC, Thiel M. 2012. “Microplastics in the marine environment: a review of the methods used for identification and quantification”. Environmental Science and Technology. 46:3060- 3075.doi:10.1021/es2031505.

Jambeck, J.R., R. Geyer, C. Wilcox, T.R. Siegler, M. Perryman, A. Andrady, R. Narayan, K.L. Law. 2015. Plastic waste inputs from land into the ocean.Science Vol. 347, ISSUE 6223.

http://www.iswa.org/fileadmin/user_upload/Calendar_2011_03_AMERICANA/Science-2015-Jambeck-768-71__2_.pdf (Diakses 26 Oktober 2016, 11.00 WITA)

Masura, J., J. Baker1, G. Foster,C. Art

hur, C. Herring. 2015. “Laboratory Methods for the Analysis of Microplastics in the Marine Environment: Recommendations for quantifying synthetic particles in waters and sediments”. NOAA Technical Memorandum NOS-OR&R-48.

Rahmawaty. 2006. Upaya Pelestarian Mangrove Berdasarkan Pendekatan Masyarakat. Departemen Kehutanan. Sumatra Utara.

Sidik, F., A. Yunanto, N. Widagti, Y. Pancawati, A.W. Hastuti, N.A. Pradisty, H.P. Kadarisman, M.A. Rahman, I.N. Surana, A. Muslim. 2015. “Aplikasi Sistem Observasi Adaptasi Mangrove terhadap Perubahan Iklim”, BPOL, Bali.

http://www.esciencecentral.org/journals/microplastics-in-the-marine-environment-current-status-assessment-methodologies-impacts-and-solutions-2375-4397-1000161.pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)