ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL MAKROALGA HIJAU DOMINAN DI PERAIRAN TELUK AWUR, JEPARA

Nur Hikmah Mazroatum Maslahah, Max Rudolf Muskananfola, Pujiono Wahyu Purnomo
  JFMR, pp. 617-627  

Abstract


Perairan Teluk Awur merupakan perairan dengan karakteristik gelombang yang tidak begitu besar dan daerah yang landai dengan substrat dasar berupa pasir dan pecahan karang, sehingga lokasi tersebut banyak ditemukan keanekaragaman sumber daya laut, diantaranya adalah makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis makroalga dan kandungan klorofil makroalga hijau dominan serta faktor fisika kimia yang mempengaruhi kandungan klorofil makroalga. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode studi kasus yang dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik uji One Way ANOVA dan Principal Component Analysis. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling secara purposive random sampling. Kandungan klorofil diukur dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 645 dan 663 nm. Makroalga yang ditemukan di Perairan Teluk Awur, Jepara yaitu spesies Caulerpa racemosa, Halimeda opuntia, Halimeda macroloba, Sargassum polycystum, Padina australis dan Halymenia durvillaei. Hasil kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total berturut-turut dari makroalga hijau dominan spesies Caulerpa racemosa, Halimeda opuntia dan Halimeda macroloba berkisar antara 1,311-9,299 mg/L, 2,080-12,409 mg/L, dan 3,390-20,167 mg/L. Indeks keanekaragaman tergolong rendah (0-0,820), indeks keseragaman  sedang (0-0,458) dan indeks dominansi pada kategori tinggi (0-1). Hasil uji analisis statistik dengan One Way ANOVA bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara jenis kandungan klorofil makroalga dengan jenis makroalga di Teluk awur, sedangkan hasil uji dengan metode PCA bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kandungan klorofil diantaranya adalah variabel pH, DO, kecerahan, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat, sedangkan faktor yang berpengaruh kecil terhadap kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total makroalga diantaranya adalah variabel suhu, intensitas cahaya, salinitas, dan kedalaman perairan.


Keywords


Klorofil, Makroalga, One Way ANOVA, PCA, Teluk Awur

Full Text:

Untitled

References


Erlania, I. N. Radiarta, J. Haryadi, dan O. Johan, “Kondisi Rumput Laut Alam di Perairan Pantai Ujung Genteng, Sukabumi dan Labuhanbua, Sumbawa: Potensi Karbon Biru dan Pengembangan Budidaya,” vol. 10, no. 2, pp. 293–304, 2015.

R. C. Kepel, D. M. H. Mantiri, A. Rumengan, dan Nasprianto, “Biodiversitas Makroalga di Perairan Pesisir Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan,” J. Ilm. Platax, vol. 6, no. 1, pp. 174–187, 2018.

Akmal, R. Syamsuddin, D. D. Trijuno, dan A. Tuwo, “Morfologi, Kandungan Klorofil a, Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Karaginan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang Dibudidayakan pada Kedalaman Berbeda.” pp. 39–50, 2017.

R. Pramesti, A. Susanto, W. A. S, A. Ridlo, S. Subagiyo, dan Y. Oktaviaris, “Struktur Komunitas dan Anatomi Rumput Laut di Perairan Teluk Awur, Jepara dan Pantai Krakal, Yogyakarta,” J. Kelaut. Trop., vol. 19, no. 2, p. 81, 2016, doi: 10.14710/jkt.v19i2.822.

S. Nabilla, R. Hartati, dan R. A. Tri Nuraini, “Hubungan Nutrien Pada Sedimen dan Penutupan Lamun Di Perairan Jepara,” J. Kelaut. Trop., vol. 22, no. 1, p. 42, 2019, doi: 10.14710/jkt.v22i1.4252.

H. Kurniawan, B. Yulianto, dan I. Riniatsih, “Kondisi Padang Lamun di Perairan Teluk Awur Jepara Terkait dengan Parameter Lingkungan Perairan dan Keberadaan Sampah Makro Plastik,” vol. 10, no. 1, pp. 29–38, 2021.

S. B. Merriam dan E. J. Tisdel, Qualitative research: A guide to design dan implementation, Fourth Edi. San Francisco, CA : Jossey-Bass, 2016.

J. B. Buchanan, Sediment Analisis. In Holme dan McLntryre. Method for Study of Marine Benthos. Method for Study of Marine Benthos. London: Blackhel Scientific Publication., 1971.

J. Gray dan M. Elliott, Ecology of Marine Sediments: From Science to Management. 2009.

J. L. Wilhm dan T. C. Dorris, “Biological Parameters for Water Quality Criteria,” Bioscience, vol. 18, no. 6, pp. 477–481, 1968, doi: 10.2307/1294272.

E. P. Odum, Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta.: Gadjah Mada University Press, 1993.

C. Dastiana dan Mudiantono, “Analisis Perbedaan Respon Sikap Audience Atas Strategi Promosi Product Placement dalam Film Habibie & Ainun,” Diponegoro J. Manag., vol. 2, no. 2, pp. 1–9, 2013.

W. Wiyoto dan I. Effendi, “Analisis Kualitas Air Untuk Marikultur di Moro, Karimun, Kepulauan Riau dengan Analisis Komponen Utama,” J. Aquac. Fish Heal., vol. 9, no. 2, pp. 143–154, 2020.

E. Erniati, F. R. Zakaria, E. Prangdimurti, D. R. Adawiyah, dan B. P. Priosoeryanto, “Penurunan Logam Berat dan Pigmen pada Pengolahan Geluring Rumput Laut Gelidium Sp. dan Ulva lactuca,” J. Pengolah. Has. Perikan. Indones., vol. 21, no. 2, p. 267, 2018.

A. I. Nur, H. Syam, dan P. Patang, “Pengaruh Kualitas Air terhadap Produksi Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii),” J. Pendidik. Teknol. Pertan., vol. 2, no. 1, pp. 27–40, 2016, doi: 10.26858/jptp.v2i1.5151.

R. F. Sihombing, R. Aryawati, dan Hartoni, “Kandungan Klorofil-a Fitoplankton di Sekitar Perairan Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan,” Maspari J., vol. 5, no. 1, pp. 34–39, 2013.

A. Asni, “Analisis Poduksi Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) Berdasarkan Musim dan Jarak Lokasi Budidaya di Perairan Kabupaten Bantaeng,” J. Akuatika Indones., vol. 6, no. 2, p. 243950, 2015.

N. Rohmat, R. Ibrahim, dan P. Riyadi, “Pengaruh Perbedaan Suhu dan Lama Penyimpanan Rumput Laut Sargassum Polycystum terhadap Stabilitas Ekstrak Kasar Pigmen Klorofil,” J. Pengolah. dan Bioteknol. Has. Perikan., vol. 3, no. 1, pp. 118–126, 2014.

Risnawati, M. Kasim, dan Haslianti, “Studi Kualitas Air Kaitanya dengan Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) pada Rakit Jaring Apung di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara,” J. Manaj. Sumber Daya Perair., vol. 4, no. 2, pp. 155–164, 2018.

G. C. Whipple dan M. C. Whipple, “Solubility of Oxygen In Sea Water.,” J. Am. Chem. Soc., vol. 33, no. 3, pp. 362–365, May 1911, doi: 10.1021/ja02216a012.

E. Yudiati, A. Ridlo, A. A. Nugroho, S. Sedjati, dan L. Maslukah, “Analisis Kandungan Agar, Pigmen dan Proksimat Rumput Laut Gracilaria sp. pada Reservoir dan Biofilter Tambak Udang Litopenaeus vannamei,” Bul. Oseanografi Mar., vol. 9, no. 2, pp. 133–140, 2020, doi: 10.14710/buloma.v9i2.29453.

A. N. Kusuma, C. A. Suryono, dan I. Riniatsih, “Kandungan Klorofil Cymodocea serrulata pada Kedalaman Berbeda di Perairan Pulau Panjang Jepara,” J. Mar. Res., vol. 9, no. 4, pp. 439–443, 2020.

Y. Burdames dan E. L. A. Ngangi, “Kondisi Lingkungan Perairan Budi Daya Rumput Laut di Desa Arakan, Kabupaten Minahasa Selatan,” e-Journal Budid. Perair., vol. 2, no. 3, pp. 69–75, 2014, doi: 10.35800/bdp.2.3.2014.5706.

R. Hartati, A. Djunaedi, Hariyadi, dan Mujiyanto, “Struktur Komunitas Padang Lamun di Perairan Pulau Kumbang, Kepulauan Karmunjawa,” Ilmu Kelaut., vol. 17, no. 4, pp. 217–225, 2012.

Burhanuddin, “Pertumbuhan Dan Kandungan Karaginan Rumput Laut Eucheuma cotonnii yang Dibudidayakan pada Jarak dari Dasar Perairan yang Berbeda Burhanuddin,” Octopus J. Ilmu Perikan., vol. 1, no. 1987, pp. 76–83, 2012.

S. S. M. Gufana, F. Fendi, K. Karyawati, dan A. Sommeng, “Kajian Kesesuaian Lokasi Perairan untuk Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Muna, Indonesia,” J. Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, vol. 1, no. 2, pp. 13–24, 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)