PEMANFAATAN SELADA ROMAIN (Lactuca sativa L.) DAN Pseudomonas putida SEBAGAI BIOREMEDIATOR LIMBAH IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) PADA SISTEM AKUAPONIK

maharrani rahayu pratiwi
  JFMR, pp. 707-719  

Abstract


Indonesia merupakan salah satu sentra perikanan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi ikan secara internasional. Jumlah produksi ikan tersebut tak lepas dari kegiatan budidaya baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh perbedaan pemberian pemanfaatan selada romain dan Pseudomonas putida terhadap kelangsunga hidup ikan Koi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang kemudian masing-masing diulang 3 kali. Hasil uji pengaruh pemberian Pseudomonas putida pada penelitian ini menghasilkan bahwa pertambahan bobot ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 4,8±0,12%, yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,6±0,12%. sedangakan pada pH rata-rata pH ikan koi yang lebih tinggi yaitu 8,36 yang terendah didapatkan hasil yaitu 8,25 dan Fosfat bahwa rata-rata Fosfat ikan koi yang lebih tinggi yaitu 2,58 mg/l, yang terendah didapatkan hasil yaitu 1,11 mg/l. SR ikan koi yang lebih tinggi yaitu 100% dengan kepadatan 5 dan 15 tanaman.  yang terendah didapatkan hasil yaitu 86% dengan kepadatan 10 dan 15 tanaman. pada suhu ikan koi yang lebih tinggi yaitu 25–290C dengan kepadatan 10 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 22,6 - 25,7ºC dengan kepadatan 5 tanaman. pada DO diketahui bahwa rata-rata pH ikan koi pada sistem akuaponik yang lebih tinggi yaitu 7,33 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman,  yang terendah didapatkan hasil yaitu 3,3 mg/l dengan kepadatan 10 tanaman. Dan pada amonia selama penelitian diketahui bahwa rata-rata Amonia ikan koi yang lebih tinggi yaitu 0,28 mg/l dengan kepadatan 5 tanaman, yang terendah didapatkan hasil yaitu 0,04 mg/l dengan kepadatan 15 tanaman.


Keywords


Bioremediasi, SGR, Pseudomonas putida, Ikan Koi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)