INDEKS KESESUAIAN GARAM (IKG) UNTUK MENENTUKAN KESESUAIAN LOKASI PRODUKSI GARAM; ANALISIS LOKASI PRODUKSI GARAM DI KABUPATEN TUBAN DAN KABUPATEN PROBOLINGGO

Andi Kurniawan, Abdul Aziz Jaziri, Abdul Aziz Amin, Lutfi Ni'matus Salamah
  JFMR, pp. 236-244  

Abstract


Garam merupakan komoditas penting yang banyak digunakan secara luas dari kepentingan konsumsi sampai dengan industri. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi garam ini adalah kesesuaian lokasi produksi garam. Hanya saja, belum ada metode yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan tingkat kesesuaian lokasi produksi garam. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Indeks Kesesuaian Garam (IKG) untuk menganalsis kesesuaian lokasi produksi garam. Dalam penelitian ini, IKG digunakan untuk menganalisis lokasi produksi garam di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. IKG disusun berdasarkan sembilan parameter kesesuaian yang terdiri dari curah hujan, permeabilitas tanah, jenis tanah, lama penyinaran, kelembapan udara, kecepatan angin, suhu udara, tingkat penguapan dan tingkat kejenuhan air bahan baku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IKG lokasi produksi garam di Kabupaten Tuban (Desa Leranwetan) adalah sebesar 86,84 % yang mengindikasikan kalau lokasi ini sudah sangat sesuai untuk produksi garam. Nilai IKG lokasi produksi garam di Kabupaten Probolinggo (Desa Kalibuntu) adalah sebesar 81,57% yang mengindikasikan lokasi ini cukup sesuai sebagai lokasi produksi garam. Studi ini melaporkan untuk pertama kali metode yang dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lokasi untuk produksi garam.


Keywords


garam; garam laut; indeks kesesuaian garam; lokasi produksi

Full Text:

PDF

References


Kirabira J. B, Kasedde H, Lwanyaga D, “Optimization Of Process Parameters In The Batch Crystallization Of Sodium Chloride From Brine By The Taguchi Method,” Int. J. Sci. Technol. Res., vol. 6 hal. 160–165, Agust 2017.

Stan-Lotter H, and Fendrihan S, “Deep Biosphere of Salt Deposits,” Encyclopedia Geobiology., hal. 927, Mei 2011.

Rusiyanto, Soesilowati E, Jumaeri, “Penguatan Industri Garam Nasional Melalui Perbaikan Teknologi Budidaya dan Difersifikasi Produk,” J. Sains dan Tekn., vol 11, no 2, Des 2013.

Salim Z, Munadi E, B, “Info Komoditi Garam,” Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementrian Perdagangan Republik Indonesia: Jakarta, 2016.

G. Guntur, A. A. Jaziri, A. A. Prihanto, D. M. Arisandi, and A. Kurniawan, “Development of salt production technology using prism greenhouse method,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Jul 2018.

A. A. Jaziri, Guntur, W. Setiawan, A. A. Prihanto, and A. Kurniawan, “Preliminary design of a low-cost greenhouse for salt production in Indonesia,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Apr 2018.

I. Ihsannudin, S. Pinujib, S. Subejo, and B. Sumada Bangko, “Strategi Pemberdayaan Ekonomi Petani Garam Melalui Pendayagunaan Aset Tanah Pegaraman,” J. Econ. Dev. Anal., vol. 5, no. 4, Nov 2016

Tambunan B R, Hariyadi, Santoso A, “Evaluasi Kesesuaian Tambak Garam Ditinjau Dari Aspek Fisik Di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati,” J. Mar. Res., vol. 1, no. 2, hal 181–187, Feb 2012.

Zuhud A, “Analisis Pengaruh Laju Evaporasi dan Curah Hujan Terhadap Produksi Garam di Lahan Penggaraman PT Garam (Persero) Sumenep,” Skripsi. Institut Teknologi Bandung: Bandung, 2014.

D. Purbani, “Proses Pembentukan Kristalisasi Garam,” Pus. Ris. Wil. Laut dan Sumberd. Nonhayati, Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia: Jakarta, 2006.

M. Kutílek, L. Jendele, and K. P. Panayiotopoulos, “The influence of uniaxial compression upon pore size distribution in bi-modal soils,” Soil Tillage Res., vol. 86 no.1, hal 27-37, Mar 2006.

M. Wairiu and R. Lal, “Tillage and land use effects on soil microporosity in Ohio, USA and Kolombangara, Solomon Islands,” Soil Tillage Res., vol. 88 no.1. hal 80-84, Mar 2006.

H. C. Chun, D. Giménez, and S. W. Yoon, “Morphology, lacunarity and entropy of intra-aggregate pores: Aggregate size and soil management effects,” Geoderma., vol.146 no.1, hal 83-93, Jul 2008.

K. A. “Hanafiah, Dasar-Dasar Ilmu Tanah,” Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2007.

A. Mustafa, Hasnawi, A. Athirah, A. Sommeng, dan S. A. Ali, “Karakteristik, Kesesuaian, dan Penlolaan Lahan untuk Budidaya di Tambak Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo”, J. Riset Akuakultur., vol. 9, no. 1, hal 135-149, Mar 2014.

A. Kumala, “Analisis Pengaruh Curah Hujan terhadap Produktivitas Garam (Studi Kasus: Pegaraman I Sumenep, PT.Garam (Persero)),” Skripsi. Institut Pertanian Bogor: Bogor, 2012.

K. Kartikasari, “Potensi Pemanfaatan Informasi Prakiraan Iklim Untuk Mendukung Sistem Usaha Tambak Udang dan Garam Di Kabupaten Indramayu,” Skripsi. Institut Pertanian Bogor: Bogor, 2007.

PT. Garam, “Teknologi Pembuatan dan Kendala Produksi Garam di Indonesia, ”. Kementrian Kelautan dan Perikanan: Jakarta, 2000.

I. Santosa, “Pembuatan Garam Menggunakan Kolam Kedap Air Berukuran Sama,” Spektrum Ind., vol. 12, no. 1, hal. 1–112, Apr 2014.

S. Sandy H. S, Gisma A. F, Plato M, “Pengaruh Aspek Meterologi Terhadap Produksi Garam Air Payau di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu,” SEMIRATA MIPA Unsrat Manado., Agust, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)