KAJIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE LIT, PIT, DAN QT UNTUK MONITORING TUTUPAN SUBSTRAT

Nur Kholis Wahib, Oktiyas Muzaky Luthfi
  JFMR, pp. 331-336  

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang efektif untuk monitoring tutupan substrat dan untuk mengetahui kondisi substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar. Substrat merupakan susunan dasar perairan yang tersusun dari dua komponen, yaitu biotik dan abiotik. Substrat terbagi menjadi dua kategori, yaitu living dan non-living. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ImageJ dan Ms. Excel 2016. Tutupan rata-rata substrat living metode Line Intercept Transect (LIT) sebesar 34%, tutupan rata-rata substrat living metode Point Intercept Transect (PIT) sebesar 36%, dan tutupan rata-rata substrat living metode Quadrant Transect (LIT) sebesar 11%. Perbandingan dari tiga metode untuk monitoring tutupan substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar didapatkan hasil monitoring dengan metode Point Intercep Transet (PIT) memiliki nilai living yang lebih besar dari kedua metode lainnya. Metode yang paling efektif untuk monitoring substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar adalah metode Point Intercept Transect (PIT) dan kondisi tutupan substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar masuk kedalam kategori sedang dengan persentase living sebesar 36% dan non-living sebesar 64%.


Keywords


LIT; PIT; Pulau Tinabo Besar; QT; Substrat

Full Text:

PDF

References


Afandy, Z. dan Eka A.S.. 2014. Kondisi Terumbu Karang Di Pesisir Barat Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Neritic, 5 (1): 8-14.

Ariyati, R.W., Sya’rani, L., dan Arini, E.. 2007. Analisis Kesesuaian Perairan Pulau Karimunjawa Dan Pulau Kemujan Sebagai Lahan Budidaya Rumput Laut Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Pasir Laut, 3(1): 27-45.

Dhahiyat, Y., Djalinda S., dan Herman H. 2003. Struktur Komunitas Ikan Karang Di Daerah Transplantasi Karang Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Jurnal Iktiologi Indonesia, 3(2):87-94.

English, S., Wilkinson, C., dan Baker V.. 1997. Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australia: Australian Institute of Marine Science.

Ghiffari, M.A., Andi I., Syawaludin A.H., Nia K., dan Sri A.. 2017. Hubungan Kondisi Terumbu Karang Dengan Kelimpahan Ikan Karang Target Di Perairan Pulau Tinabo Besar, Taman Nasional Taka Bonerate, Sulawesi Selatan. Jurnal Spermonde, 2(3): 17-24.

Giyanto, Muhammad A., Tri A.H., Agus B., Muhammad H., Abdullah S., dan Marindah Y.I.. 2017. Status Terumbu Karang Indonesia 2017. Jakarta: Puslit Oseanografi – LIPI.

HB, A.R., Indah N.D., dan Nur H.. 2014. Etnoekologi Masyarakat Sekitar Taman Nasional Taka Bonerate Dalam Pemanfaatan Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Ikan Malaja (Siganus canalicutas). Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 3(2):139-149.

Hill, J dan Clive W.. 2004. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reefs. Australia: Australian Institute of Marine Science.

Hodgson, G., Jos H., William K., Lena M., Jennifer M., Jennifer L., Craig S., dan Ruben T.. 2006. Instruction Manual: A Guide to Reef Check Coral Reef Monitoring. California – USA: Reef Check Foundation, Pacific Palisades

Lestari, W.P., Efin M., Sahabudin, Sultan A.A., Sayed F.D., dan Ibrahim. 2015. Laporan Survei Sosial Ekonomi Taman Nasional Taka Bonerate 2015. Bogor: Wildlife Conservation Society.

Ofri, J.. 2003. Sistematis dan Teknik Identifikasi Karang: Traning Course Karakteristik Biologi Karang. Jakarta: PS-UI dan Yayasan TERANGI.

Pardede, S., Sukmaraharja A.T., Fakhrizal S., Muhidin., Ahmad M.Y., dan Efin M.. 2015. Status Ekosistem Terumbu Karang Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Selayar 2015. Bogor: Wildlife Conservation Society.

Suharsono. 2008. Jenis-Jenis Karang Di Indonesia. Jakarta: LIPI – Press.

Suryanto, H., Fredinan Y., dan Yusli W.. 2009. Analisis Status Terumbu Karang Untuk Pengembangan Wisata Bahari Di Desa Teluk Buton Kabupaten Natuna. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, 16(2):137-143.

TNTBR. 2018. http://tntakabonerate.com/id/?cat=33. Diakses pada 11 September 2018.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research