VARIASI KOMUNITAS PLANKTON DAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN MALANG SELATAN, JAWA TIMUR

Authors

  • Aida Sartimbul Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University
  • Defri Yona Brawijaya University
  • Ardelia Annisa Larasati Brawijaya University
  • Syarifah Julinda Saria Brawijaya University
  • Erfan Rohadi Politeknik Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2017.001.02.2

Keywords:

Plankton community, oceanography parameters, fishing ground, South Malang Water

Abstract

Abstract

Perairan Malang Selatan merupakan daerah yang potensial sebagai daerah penangkapan ikan. Keberadaan berbagai jenis ikan pelagis kecil terutama ikan planktivor secara langsung dipengaruhi oleh pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton mempunyai peran penting sebagai dasar rantai makanan dalam ekosistem perairan, sedangkan zooplankton merupakan herbivor pemangsanya. Pertumbuhan fitoplankton dan zooplankton dipengaruhi oleh faktor oseanografinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi komunitas plankton dan hubungannya dengan parameter oseanografinya, serta distribusi spasial plankton di daerah penangkapan ikan di Perairan Malang Selatan, Jawa Timur. Metode purposive sampling dengan teknik zigzag pada 10 titik sampling digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini. Sedwicgk rafter counting cell digunakan dalam metode penghitungan plankton. Sampel plankton diambil secara horizontal dan vertikal pada kedalaman 1 dan 15 m dengan jaring plankton bermata jaring 20 µm, sedangkan parameter oseanografi secara in situ diukur menggunakan aqua quality sensor tipe AAQ 1183 C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton sebesar 49.764 sel/m3, didominasi oleh genus Chaetoceros. (Bacillariophyceae), dan kelimpahan zooplankton sebesar 894 ind/m3, didominasi oleh genus Nauplius. (Copepoda). Indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton dan zooplankton dapat dikategorikan sedang, berturut-turut sebesar 1,77–1,85 dan 1,70–1,77; 0,58–0,59 dan 0,77–0,79, sedangkan indeks dominansinya masuk dalam kategori rendah yaitu berturut-turut 0,27–0,28 dan 0,24–0,27. Analisis Principal Component Analysis (PCA) menunjukkan bahwa parameter oseanografi utama yang paling berpengaruh pada variasi komunitas plankton adalah turbiditas, klorofil-a, oksigen terlarut dan fosfat. Hasil uji T menunjukkan bahwa distribusi spasial kelimpahan fitoplankton dan zooplankton pada kedalaman 1 m dan 15 m berbeda nyata. Studi ini memberikan informasi penting tentang kelimpahan plankton dan faktor oseanografi yang berpengaruh di daerah penangkapan di Perairan Malang Selatan.

 

Kata Kunci: komunitas plankton, parameter oseanografi, fishing ground, Perairan Malang Selatan

 

Abstract

The South Malang water is a potential area as a fishing ground. The existence of various species of small pelagic fishes such as planktivores fishes are directly influenced by the growth of phytoplankton and zooplankton. Phytoplankton has an important role as the basis of the food chain in aquatic ecosystems, whereas zooplankton is its predator. The growth of phytoplankton and zooplankton is influenced by oceanography factors. This study aims to determine the variation of the plankton community and its relationship with oceanographic parameters, as well as the spatial distribution of plankton in the fishing ground at South Malang water. The purposive sampling method with zigzag technique at 10 sampling sites was used in data collection in this research. Sedwicgk rafter counting cells were used in plankton counting methods. The plankton samples were taken horizontally and vertically at depths of 1 and 15 m with a 20 μm planktonnet, while in situ oceanographic parameters were measured using aqua quality sensor AAQ type 1183 C. The results showed that phytoplankton abundance was 49.764 cells / m3, dominated by the genus Chaetoceros (Bacillariophyceae), and zooplankton abundance of 894 ind / m3, dominated by the genus Nauplius (Copepoda). The diversity index and uniformity index of phytoplankton and zooplankton could be categorized as the middle as 1.77-1.85 and 1.70-1.77; 0.58-0.59 and 0.77-0.79, respectively, while the dominance index was included in the low category that was 0.27-0.28 and 0.24-0,27, respectively. Principal Component Analysis (PCA) analysis showed that the most important major oceanographic parameters for plankton community variation were turbidity, chlorophyll-a, dissolved oxygen and phosphate. T test results show that the spatial distribution of phytoplankton abundance and zooplankton at depth of 1 m and 15 m are significantly different. This study provides important information on the plankton abundance and oceanography factors affected at fishing ground of South Malang water.

 

Keywords: Plankton community, oceanography parameters, fishing ground, South Malang Water

References

Hermawan, D. 2006. Prospektif Pengembangan Kawasan Pesisir Sendang Biru untuk Industri Perikanan Terpadu.Prospektif Pengembangan Kawasan Pesisir Sendang Biru. Vol. 13.No. 2

Djumanto, T. S. H, Pontororing, dan Reinhard L. 2009. Pola Sebaran Horizontaldan Kerapatan Plankton di Perairan Bawean. Jurnal Perikanan XI (1): 115-122

Hickman A.A, P.M. Holligan, C. Mark Mooreet, J. Shar ples, V. Krivtsov & M.R. Palmer, 2009. Distribution and chromatic adaptation of phytoplankton within a shelf sea thermocline. Limnol. Oceanogr., 54(2), 525-536.

Simanjuntak, M. 2009. Hubungan Faktor Lingkungan Kimia, Fisika Terhadap Distribusi Plankton di Perairan Belitung Timur, Bangka Belitung. Jurnal Perikanan No. XI (1). Hal: 31-45.

Haumahu, S. 2005. Distribusi Spasial Fitoplankton di Perairan Teluk Haria Saparua, Maluku Tengah. Jurnal Ilmu Kelautan. Vol.10 (3). Hal:126-134

Yuliana, E. M. Adiwilaga, E. Harris, dan N. T. M. Pratiwi. 2012. Hubungan Antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Parameter Fisika-Kimiawi Perairan di Teluk Jakarta. Akuatik,. 3 (2):169-179.

Kasma, E., T. Osawa, I. W. S. Adnyana. 2007. Estimation of Primary Productivity For Tuna in Indian Ocean. Ecotrophioc, 4 (2) : 86-91.

Utomo, Y., Priyono, B., Ngabekti, S. 2013. Saprobitas Perairan Sungai Juwana Berdasarkan Bioindikator Plankton. Unnes L. Life Sci 2

Sartimbul, A., D.C. Pratiwi, A. Yamindago., E. Rohadi., dan R.I. Khasanah. 2015. Variasi Spasial Plankton Sebagai Respon Terhadap Perubahan Iklim di Pantai Jawa Timur. Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan V. Universitas Brawijaya

Khasanah, R. I., A. Sartimbul, dan E.Y. Herawati. 2013. Kelimpahan dan Keanekaragaman Plankton di Perairan Selat Bali. Jurnal Ilmu Kelautan Vol.18 (4). Hal: 193-202

Sachoemar, I. S. dan N. Hendiarti.. 2006. Struktur Komunitas dan Keragaman Plankton Antara Perairan Laut di Selatan Jawa Timur, Bali dan Lombok. Jurnal Hidrosfir. Vol.1. No.1. Hal: 21-26

Yamaji. I. 1974. The plankton of Japanese Coastal Waters. 238p.

Shirota, A. 1966. Plankton. Overseas Technology Corporation Agency. Hal: 489.

APHA (American Public Health Association). 1989. Standard Methods for the Examination of Water and Waste Water Including Bottom Sediment and Sludges. 17th ed. American Public Health Association Inc., New York. 1527 p.

Odum, E. P. 1971. Fundamentals of Ecology. 3rd ed. W. B. Saunders Company. Philadelphia

Sprintall, J., S. Wijffels, R. Molcard, I. Jaya, 2010. Direct evidence of the South Java Current system in Ombai Strait. Dinamics of Atmospheres and Oceans, 50-2, P 140-156.

Sachoemar dan Hendiarti. 2006.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta.

Asmara, A., 2005. Hubungan Struktur Komunitas Plankton dengan Kondisi Fisika-Kimia Perairan Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Bogor Agricultural University.

Hendiarti, N., Suwarso, Aldrian, E., Amri, K., Andiastuti, R., Sachoemar, I., Wahyono, I.B., 2005. Seasonal variation of pelagic fish catch around Java. In: The Indonesian Sea. Oceanography I 18:4, 113-123

Sartimbul, A., H. Nakata., E. Rohadi, B. Yusuf., dan H.P. Kadarisman. 2010. Variations in chlorophyll-a concentration and the impact on Sardinella lemuru catches in Bali Strait Indonesia, Progess In Oceanography87 (2010) halaman 168-174.

Hecky, R. E, dan P. Kilham. 1988. Nutrient limitation of Phytoplankton in freshwater and marine environemnts: a review of recent evidencence on the effect of enrichemnet. Limnology and Oceanography, 33:796-822.

Larink, O., dan Wilfried W. 2006. Coastal Plankton: Photo Guide for European Seas. AWI. Munchen

Fitriya, N., H. Surbakti, R. Aryawati. 2011. Pola sebaran plankton serta klorofil-a pada bulan Nopember di Perairan Tambelan, Laut Natuna. Maspari Journal, Vol. 03. Hal: 01-08.

Kang, J. H., Woong S. K., Kyung I. C. dan Jae H. N. 2004. Distribution of Plankton Related to theMesosclae Physical Strusture within the Surface Mixed Layer in The Southwestern East Sea, Korea. Journal of Plankton Research. Volume 26 No. 12. 1515–1528

Downloads

Published

2017-10-31