ANALISIS KARBON TERSIMPAN PADA LAMUN Enhalus acoroides DI PERAIRAN PACIRAN, KECAMATAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN

Eva Falantika Ndari, Aida Sartimbul, Citra Satrya Utama Dewi
  JFMR, pp. 53-58  

Abstract


Pemanasan global merupakan fenomena yang menjadi perhatian sejak masa pra-industri. Konsentrasi gas CO2 yakni sekitar 280 ppm hingga 379 ppm pada 2005. Pengetahuan masyarakat mengenai kemampuan penyerapan CO2 yang tersimpan pada lamun dalam bentuk biomassa, dapat menjadi langkah awal dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan kadar CO2 di atmosfer. Fungsi ekologi lamun terdapat di Pantai Paciran, Lamongan yang salah satunya sebagai penyerap CO2 di atmosfer, masih perlu adanya data akan potensi tersebut. Untuk itu, penulis melakukan penelitian dengan Judul Analisis Karbon Tersimpan Pada Lamun Enhalus acoroides Di Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, bertujuan mengetahui luasan penutupan, kerapatan, jumlah biomassa, dan total karbon yang terdapat di Pantai Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2017 yang berlokasi di perairan Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dengan kondisi lamun yang membentuk kelompok-kelompok atau tidak merata. Penghitungan biomassa dan karbon pada lamun dilakukan di Laboratorium Ekologi, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dengan menerapkan metode Loss on Ignition. Kondisi penutupan lamun di Pantai Paciran termasuk dalam kategori baik karena ketiga stasiun memiliki nilai penutupan lebih dari 60%, yakni dengan kisaran rata-rata 75±15 – 96,67±5,77%. Nilai kerapatan lamun berkisar antara 116,67 - 216,67 ind/m2 sehingga kondisi tersebut termasuk pada kategori Rapat hingga Sangat Rapat. Biomassa lamun tertinggi mencapai 1859 gbk/m2 dan terendah yakni 1101,03 gbk/m2. Jumlah karbon pada lamun dengan nilai tertinggi sebesar 246,99gC/m² sedangkan yang terendah sebesar 145,58 gC/m².

Keywords


Biomassa; CO2; Enhalus acoroides; Pemanasan Global

Full Text:

PDF

References


M. H. Azkab, “Pedoman inventarisasi lamun,” Oseana, vol. 24, no. 1, pp. 1–16, 1999

Y. I. Graha, I. W. Arthana, and I. W. G. A. Karang, “Simpanan karbon padang lamun di kawasan pantai sanur, kota denpasar,” ECOTROPHIC: Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), vol. 10, no. 1, pp. 46–53, 2016.

IPCC, “The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change”, 2007

KEPMENLH, “Kriteria Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun”,2004

A. Rustam et al., “Peran Ekosistem Lamun Sebagai Blue Carbon Dalam Mitigasi Perubahan Iklim, Studi Kasus Tanjung Lesung, Banten,” Jurnal Segara, vol. 10, no. 2, Nov. 2015.

T. Samiaji, “Upaya Mengurangi CO2 Di Atmosfer,” Berita Dirgantara, vol. 10, no. 3, pp. 92–95, 2009.

S. Sukandar and C. Satrya Utama Dewi, “Status padang lamun di Pulau Talango, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif,” Depik, vol. 6, no. 2, pp. 138–144, Aug. 2017.

B.A.J. Gosari and A.Haris, “Studi Kerapatan dan Penutupan Jenis Lamun di Kepulauan Spermonde”. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 22 (3), 156–162, 2012.

Supriadi, R.F. Kaswadji, D.G. Bengen, , and Hutomo, M.,. “Carbon Stock of Seagrass Community in Barranglompo Island, Makassar,” vol. 19, no.1, pp. 1–10, 2014


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research