DINAMIKA JUMLAH BAKTERI Bacillus subtilis DALAM PENURUNAN KADAR BAHAN ORGANIK TOM LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

Diana Arfiati, Shofiyatul Lailiyah, Karina Farkha Dina, Nunik Cokrowati
  JFMR, pp. 222-226  

Abstract


Air sisa budidaya ikan lele berupa bahan organik apabila dibuang ke perairan secara terus menerus dan berlebihan mengakibatkan pengkayaan nutrisi di perairan sehingga terjadi perubahan lingkungan. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar bahan organik adalah dengan menggunakan metode bioremediasi dalam penelitian ini yaitu penambahan bakteri Bacillus subitilis. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh dinamika jumlah bakteri Bacillus subtilis dalam menurunkan kadar bahan organik pada limbah budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan dalam penelitian  atau uji laboratorium adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan.  Adapun 2 perlakuan tersebut yaitu perlakuan waktu inkubasi (24, 48, 72, 96 dan 120 jam) dan perlakuan kepadatan bakteri yaitu 107 CFU/mL, 106 CFU/mL dan 105 CFU/mL, dengan ulangan sebanyak 3x dan pengolahan data dilakukan Uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Sosial Science) Statistic 23 dan software Minitab 18 untuk uji lanjutan Tukey. Kurva pertumbuhan bakteri bertujuan untuk mengetahui waktu bakteri memasuki fase logaritmik dan fase stasioner.  Hasil pengukuran Total plate count bakteri Bacillus subtillis mengalami peningkatan jumlah bakteri pada semua perlakuan kepadatan setiap 24 jam. Hasil kepadatan bakteri berkisar antara 2,44 x 105 CFU/ml sampai 5,3 x 107 CFU/ml. Selama masih ada bahan organik maka bakteri akan tetap berkembang, bakteri akan menurun seiring nutrientnya habis, jika menurunkan bahan organik dalam waktu 5 hari, tetapi untuk bakteri membutuhkan waktu lebih dari 5 hari bahan organik tidak terdegradasi 100%.


Keywords


Mikroorganisme, cat fish, degradasi, pakan, feses

Full Text:

PDF

References


Koten, E., L.L.J.J. Mondoringin dan I. R. N. Salindeho. 2015. Evaluasi Usaha Pembudidayaan Ikan di Desa Matungkas Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Budidaya Perairan. 3(1) : 203 – 210

Bureau, D.P dan K. Hua. 2010. Towards effective nutritional management of waste output in aquaculture, with particular reference to salmonid aquaculture operations. Aquaculture Research. 41 : 777-792.

Arfiati, D., C.D.G. Putra., A.H.Tullah S.W.A. Permanasari dan A.W. Puspitasari. 2018. The Dynamics of Total Organik Matter (TOM) on Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) Farming at UPT PTPBP2KP and the Effectiveness of Freshwater Bivalve (Anodonta woodiana) in Reduving the total Organik Matter with Varying Density. Abstrak Book The 1st International Conference on Fisheries and Marine (InCoFIMS). Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Erlangga, Surabaya Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences. 14. 615-621.

Prayogo, B. S. Rahardja dan A. Manan. 2012. Eksplorasi Bakteri Indigen Pada Pembenihan Ikan Lele Dumbo (Clarias sp) Sistem Resirkulasi Tertutup. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 4(2) :193-197

Budianto, B dan H. Suprastyani. 2017. Aktivitas antagonis Bacillus subtilis terhadap Streptoccus iniae dan Pseudomonas flurescens. Journal Veteriner. 18. 409-415.

Bakar, A.A., R. Rasol dan N. Yahya. 2015. Turbidity Method to measure the grwoth of anaerobic bacteria related to microbiologically influenced corrosion. Solid state phenomena. 227. 298-301.

Chatterjee, S.N., Syed. A.A, Mukhopandhyay, B. 2014. Density of soil bacteria in some village areas anjoining to joypur foret of Vankura distric of West Bengal, India. International Journal of Enviromental Biology. 4(1): 67-70.

Setyati, W.A., E. Martani, Triyanto, Subagio, M. Zainuddin. 2014. Selection identification and optimization of Growth water probiiotic consortium of mangrove ecosysteam as bioremediation and biocontrol in shrimp ponds. JPHPI. 17(3): 243-253.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)