BIODIVERSITAS LOBSTER DI TELUK PRIGI, TRENGGALEK JAWA TIMUR

Arief Setyanto, Siti Halimah
  JFMR, pp. 345-350  

Abstract


Pengelolaan perikanan lobster perlu dengan studi tentang sebaran atau dispersal spesies lobster pada tiap fase hidup. Metode yang dipakai bisa menggunakan identifikasi spesies pada masing-masing fase hidup (larva, juvenile, dewasa) pada waktu dan tempat yang berbeda. Studi ini dilakukan untuk menginditifikasi spesies lobster dewasa yang hidup di Teluk Prigi, Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Sampling dilakukan dengan mengidentifikasi morlogi lobster yang tertangkap oleh nelayan lobster. Ditemukan 5 spesies lobster yang tertangkap dengan menggunakan 3 alat tangkap yang berbeda. Spesies lobster yang tertangkap yaitu lobster pasir (Panulirus homarus), lobster mutiara (P. ornatus), lobster bambu (P. versicolor), lobster batu (P. penicillatus), lobster batik (P. longipes). Ketiga alat tangkap tersebut adalah: gill net, krendet dan ditangkap dengan tangan (menyelam). Gill net banyak menangkap jenis pasir dibandingkan jenis lainnya. Krendet banyak mendapat pasir bersama dengan bamboo, mutiara, batik, kemudian batu lebih sedikit tertangkap krendet dibandingkan alat tangkap lainnya. Hand picking banyak menangkap pasir, mutiara, batu, dan batik kemudian sedikit menangkap jenis bambu.

Keywords


gill net; krendet; lobster; dispersal; management

Full Text:

PDF

References


Garibaldi, L. (2012). The FAO global capture production database: A six-decade effort to catch the trend. Marine Policy, 36(3), 760-768. doi: http://dx.doi.org/10.1016/j.marpol.2011.10.024

Holthuis, L. B. (1991). FAO species catalogue. Marine lobsters of the world. An annotated and illustrated catalogue of species of interest to fisheries known to date. FAO Fisheries Synopsis. No. 125, Vol. 13 (Vol. 13). Rome: FAO.

Keesing, J., & Irvine, T. (2005). Coastal biodiversity in the Indian Ocean: The known, the unknown and the unknowable. Indian Journal of Marine Sciences, 34(1), 11-26.

Lipcius, R. N., & Eggleston, D. B. ( 2000). Introduction Ecology and Fishery Biology of Spiny Lobsters. In Phillips, B.F. and Kittaka, J. (eds.) Spiny Lobsters: Fisheries and Culture. Fishing News Books. London. Pp. 1-41.

Moosa, M., & Aswandy, I. (1984). Udang Karang (Panulirus spp.) dari Perairan Indonesia (The rock lobster (Panulirus spp.) from Indonesian waters). Jakarta: Studi Potensi Sumber Daya Hayati Ikan. Lembaga Oseanologi Nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Spalding, M. D., Fox, H. E., Halpern, B. S., McManus, M. A., Molnar, J., Allen, G. R., . . . Robertson, J. (2007). Marine ecoregions of the world: A bioregionalization of coastal and shelf areas. Bioscience, 57(7), 573-583. doi: 10.1641/b570707

Subani, W. (1983). Survay on lobster's fishing gears in south coast of Bali (Survai alat penangkapan udang barong di pantai selatan Bali). Marine Fisheries Research Report, 25, 37-45.

Subani, W. (1984). Studi Mengenai Pergantian Kulit Udang Barong (Spiny lobster, Panulirus spp.) Kaitannya dengan Hasil Tangkapan. Marine Fisheries Research Report, 30, 99-105.

Subani, W., & Prahoro, P. (1990). Status Nelayan dan Perkiraan Potensi Udang Barong (Spiny lobster) di Pantai Selatan Bali Journal of MArine Fisheries Research, 54, 9-19.

Suman, A., Rijal, M., & Subani, W. (1993). Status of spiny lobster in Pangandaran waters, West Java (Status Perikanan Udang KArang di perairan pangandaran, Jawa Barat). Journal of MArine Fisheries Research, 81, 1-7.

Suman, A., & Subani, W. (1993). The exploitation of spiny lobster resources in West Aceh waters (Pengusahaan Sumberdaya Udang Karang di Perairan Aceh Barat) Journal of MArine Fisheries Research, 81, 84-90.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research