ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI YANG DIISOLASI DARI LARVA IKAN KERAPU HIBRIDA CANTIK YANG TERSERANG PENYAKIT EKOR BUNTUNG

Mr. Zafran, Suko Ismi, Indah Mastuti, Ketut Mahardika
  JFMR, pp. 194-200  

Abstract


Budidaya ikan kerapu sudah berkembang pesat di Indonesia. Beberapa tahun belakangan mulai berkembang jenis kerapu hibrida, antara lain kerapu hibrida cantik. Salah satu kendala dalam pembenihan ikan kerapu hibrida cantik adalah terjadinya serangan penyakit yang menyebabkan sirip ekor ikan jadi buntung. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri dari ekor larva ikan kerapu hibrida cantik dan mengetahui karakteristiknya. Dari hasil isolasi didapatkan empat  isolat bakteri murni dimana dua isolat tumbuh baik pada media cytophaga agar  membentuk koloni berwarna keputih-putihan dan dua isolat lainnya tumbuh baik pada media TCBS agar membentuk koloni berwarna hijau. Isolat bakteri 1 dan 2 sensitif terhadap antibiotik chloramphenicol dan oxytetracyclin tetapi resisten terhadap antibiotik  ampicillin, novobiocin, erythromycin, streptomycin, dan penicillin. Di pihak lain, isolat bakteri 3 dan 4 hanya sensitif terhadap antibiotik chloramphenicol. Nilai konsentrasi hambat minimum antibiotik oxytetracyclin terhadap bakteri isolat 1 dan 2 adalah 62,5 mg/L, dan terhadap isolat 3 dan 4 adalah 250 mg/L. Antibiotik erysanbe 500 tidak efektif menghambat pertumbuhan keempat bakteri uji sampai konsentrasi 1000 mg/L. Konsentrasi hambat minimum antibiotik inrofloxs-25 untuk bakteri isolat 1 dan 2 adalah 31,2 mg/L, sedangkan untuk bakteri isolat 3 adalah 62,5 mg/L dan untuk bakteri isolat 4 adalah 15,6 mg/L.


Keywords


Kerapu hibrida cantik, ekor buntung, infeksi bakteri

Full Text:

PDF

References


S. Ismi, Y.N. Asih, dan D. Kusumawati, “Peningkatan Produksi dan Kualitas

Benih Ikan Kerapu Melalui Program Hibridisasi”. Jurnal Ilmu Teknologi Kelautan Tropis. Vol. 5, no. 2 , hal. 333-342, 2013.

S. Ismi, dan Y.N. Asih, “ Pengamatan Perkembangan Benih Kerapu Hybrid

Persilangan antara Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan Kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus”), dalam Prosiding Seminar Nasional Kelautan VI, Universitas Hang Tuah, Surabaya, 18 Juli 2011, hal. 100-104, 2011.

Zafran, D. Roza, I. Koesharyani, F. Johnny, and K. Yuasa, “Manual for Fish Diseases Diagnosis: Marine fish and crustacean diseases in Indonesia”, Gondol Research Station for Coastal Fisheries and Japan International Cooperation Agency. 44 p, 1998.

I. Koesharyani, D. Roza, K. Mahardika, F. Johnny, Zafran, and K.Yuasa, “Manual for Fish Diseases Diagnosis-II, Marine fish and crustacean diseases in Indonesia”, K. Sugama, H. Ikenoue, & S. Kawahara, (eds), Gondol Marine Research for Mariculture, Central Research Institute for Sea Exploration and Fisheries, Department of Marine Affair and Fisheries, and Japan International Cooperation Agency, 49 p, 2001.

Tendencia, E.A. and C.R. Lavilla-Pitogo, “Bacterial diseases”, In Diseases of Cultured Groupers. Kazuya Nakazawa and E.R. Cruz-Lacierda (Eds), hal. 19-28. 2004.

E. Afrianto, E. Liviawaty, Zafran, dan Hendi 2015, “Penyakit ikan”. Penebar Swadaya, Jakarta, 220 hal., 2015.

L. Fitri, “The effect of Michelia alba Bark to the growth of Salmonella typhii and Candida albicans”, Jurnal Natural, vol.10 no.1, hal. 27-30, 2010.

L. Ruangpan and E.A. Tendencia, “Laboratory manual of standardized methods for antimicrobial sensitivity tests for bacteria isolated from aquatic animals and environment”, Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department, Iloilo, Philippines. 55p, 2004.

Zaenuddin, Y.L. Nuraini, A. Faries, dan S. Wahyuningsih, “Pengendalian penyakit vibriosis pada ikan kakap putih”, Jurnal Perekayasaan Budidaya Air payau dan Laut, no. 14, hal. 77-83, 2019.

Q. A’yunin, H. Kartikaningsih, S. Andayani, M. Surantika, Fariedah, Fani, A. Soeprijanto, dan N. Bai A, “Efikasi oxytetracycline terhadap kesehatan ikan lele (Clarias sp) yang diinfeksi bakteri Edwardsiella tarda”, Joernal of Fisheries and Marine Research, vol. 3, no. 1, hal. 105-110, 2019.

Zafran, D. Roza, dan F. Johnny, “Respons juvenil ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) terhadap vaksin Vibrio polivalen yang diberikan melalui perendaman”, dalam Prosiding Seminar Nasional Biologi, Unsyiah, Banda Aceh, 26-27 November 2011, hal. 222-224, 2011.

Zafran, D. Roza, and F. Johnny. “Immunogenicity and protective effects of formalin-killed polyvalent Vibrio vaccine in tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus)”, dalam Proceeding of International Conference of Indonesian Aquaculture, Surabaya, 25-27 October 2010, hal.1098 – 1101, 2010.

Zafran, “Vaksinasi benih ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan tiga bakteri patogen yang sudah diinaktivasi”, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, vol. 7, no. 2, hal. 629-638, 2015.

Zafran, “Efektivitas kombinasi vaksin bakteri polivalen dengan vaksin anti grouper sleepy disease iridovirus pada ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus)”, Jurnal Berita Biologi, vol. 15, no 1, hal. 95-100, 2016.

Zafran, Des Roza, Ketut Mahardika, dan Indah Mastuti, “Penentuan perbandingan terbaik tiga antigen vaksin bakteri polivalen dalam meningkatkan imunitas benih ikan kerapu hibrid cantik”, dalam Prosiding Seminar Nasional Kelautan XII, Universitas Hang Tuah, Surabaya, hal. D2-65-70, 2017, ISBN: 978-602-71063-3-8.

Zafran, Des Roza, Ketut Mahardika, dan Indah Mastuti, “Peningkatan imunitas benih kerapu sunu (Plectropomus leopardus) di hatchery melalui aplikasi vaksin bakteri polivalen”, Prosiding Seminar Nasional Kelautan XIII, Universitas Hang Tuah, Surabaya, hal. C1-90-97. 2018, ISBN: 978-602-71063-4-5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)