PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN BUDIDAYA DI KARAMBA JARING APUNG DI TELUK KAPING, BULELENG, BALI

Zafran Jamaris, Dez Roza, Ketut Mahardika
  JFMR, pp. 32-40  

Abstract


Perairan laut Buleleng Utara merupakan salah satu sentra pengembangan budidaya perikanan laut di Propinsi Bali. Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya laut adalah terjadinya kematian ikan budidaya yang antara lain disebabkan oleh serangan parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan yang dibudidayakan di karamba jaring apung (KJA) serta tingkat prevalensinya. Penelitian dilakukan selama lima bulan dengan cara mengambil masing-masing 10 ekor sampel ikan dari tiga KJA berbeda yang berlokasi di Teluk Kaping, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Sampel ikan dalam keadaan hidup yang diambil setiap bulan selanjutnya dibawa ke laboratorium Patologi Balai Besar Riset Budidaya laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol, Bali. Pengamatan morfologi parasit dilakukan secara mikroskopis terhadap preparat insang dan lendir permukaan tubuh ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa parasit utama yang menginfeksi ikan adalah lintah Hirudinea (Zeylanicobdella arugamensis) dengan prevalensi mencapai 100% diikuti oleh Benedenia sp (40%), Trichodina sp (33.33%), cacing insang (33.33%), Lepeophtheirus sp (26.67%), dan Cryptocaryon irritans (13.33%).

Keywords


Ektoparasit; Karamba jaring apung; Teluk Kaping-Gerokgak-Bali

Full Text:

PDF

References


Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Buleleng, “Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Buleleng”, https://bulelengkab.go.id>bankdata.

I. N. Radiarta, Erlania, K. Sugama, H. T. Yudha, dan W. Wada, “Frequent monitoring of water temperature in Pegametan Bay, Bali: a preliminary assessment towards management of marine aquaculture development”. Indonesian Aquaculture Journal, vol. 9, no. 2, hal. 185-193, 2014.

I. N. Radiarta, dan Erlania, “Pemetaan keramba jaring apung ikan laut di Teluk Pegametan dan Teluk Penerusan Kabupaten Buleleng, Bali”, dalam Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, hal. 675-682, 2015.

L. Landesman, “Negative impacts of coastal aquaculture development.World”, Aquaculture, vol. 25, hal. 12–17, 1994.

L. D. Lacierda, A. G. Vaisman, L. P. Maia, C. A. R Silva, dan E. M. S. Cunha, “Relative importance of nitrogen and phosphorus emissions from shrimp farming and other anthropogenic sources for six estuaries along the NE Brazilian coast”, Aquaculture, vol. 253, hal. 433–446, 2006.

C. E. Boyd, “Guidelines for aquaculture effluent management at the farm-level”, Aquaculture, vol. 226 no. 1-4, hal. 101-112, 2003.

S. D. Costanzo, M. J. Donohue, dan W. C. Dennison, “Assessing the influence and distribution of shrimp pond effluent in a tidal mangrove creek in north-east Australia”, Marine Pollution Bulletin, vol. 48, hal. 514–525, 2004.

T. M. Samocha, I. M. Lopez, E. R. Jones, S. Jackson, dan A. L. Lawrence, “Characterization of intake and effluent waters from intensive and semi-intensive shrimp farms in Texas”, Aquaculture Research, vol. 35, hal. 321–339, 2004.

K. Mahardika, I. Mastuti, Sudewi, dan Zafran, “Identification and life cycle of marine leech isolated from cultured hybrid grouper in the Northern Bali waters of Indonesia” Indonesian Aquaculture Journal, vol. 13, no. 1, hal. 41-49, 2018.

M.Chandra, “Zeylanicobdella arugamensis”, Rec.Zool.Surv. India, vol 80, hal. 268-273, 1983.

Z. Kabata, “Parasites and diseases of fish cultured in the tropics”, Taylor & Francis, London & Philadelphia, 518 p., 1985.

J. Grabda, “Marine Fish Parasitology: An Outline”, Polish Scientific Publication”, Warszawa, 306 p, 1991.

Zafran, D. Roza, I. Koesharyani, F. Johnny, dan K. Yuasa, “Manual for Fish Diseases Diagnosis: Marine fish and crustacean diseases in Indonesia”. Gondol Research Station for Coastal Fisheries and Japan International Cooperation Agency, 44 p, 1998.

I. Koesharyani, D. Roza, K. Mahardika, F. Johnny, Zafran, dan K.Yuasa, “Manual for Fish Diseases Diagnosis-II, Marine fish and crustacean diseases in Indonesia”, Sugama, K., Ikenoue, H., & Kawahara, S. (eds), Gondol Marine Research for Mariculture, Central Research Institute for Sea Exploration and Fisheries, Department of Marine Affair and Fisheries, and Japan International Cooperation Agency, 49 p., 2001.

Murwantoko, S. L. C. Negoro, A. Isnansetyo, dan Zafran, “Life cycle of marine leech (Zeylanicobdella arugamensis) from cultured cantik hybrid grouper (Epinephelus sp) and their susceptibility against chemicals”, Aquacultura Indonesiana, vol. 18, no. 2, hal. 72-76, 2017.

T. S. Leong, dan S. Y. Wong, “A comparative study of the parasite fauna of wild and cultured grouper (Epinephelus malabaricus Bloch et Schneider) in Malaysia”, Aquaculture, vol. 68, p. 203-207, 1988.

E. R. Cruz-Lacierda, J. D. Toledo, J. D. Tan-Fermin, dan E. M. Burreson, “Marine leech (Zeylanicobdella arugamensis) infestation on cultured orange-spotted grouper, Epinephelus coioides”, Aquaculture, vol. 185, hal. 191-196, 2000.

Kua, B. C., M. A. Azmi, dan N. K. A. Hamid, “Live cycle of the marine leech (Zeylanicobdella arugamensis) isolated from sea bass (Lates cacarifer) under laboratory condition”, Aquaculture, vol. 302, p. 153-157, 2010.

L. T. Seng, Z. Tan, dan W. J. Enright, “Important parasitic diseases in cultured marine fish in the Asia-Pacific region: Part 2-Control measures”, Aquaculture Asia Pacific, vol. 2, no. 2, hal. 25-27, 2006.

E. R. Cruz-Lacierda, dan G. E. Erazo-Pagador, “Parasitic diseases”, In Diseases of Cultured Groupers. K. Nagasawa & E.R. Cruz-Lacierda (Eds.),. SEAFDEC-AQD, Iloilo, Philippines. hal. 33-57, 2004.

A. Hilal, dan Sriwulan, “Infeksi parasit pada ikan-ikan air tawar budidaya di Sulawesi Selatan”, Dalam Prosiding Konferensi Nasional Akuakultur 2005, MAI. hal. 115-121, 2006.

Zafran, “Penyakit parasitik pada budidaya ikan laut di daerah Bali”, Prosiding Seminar Nasional Kelautan V. Universitas Hang Tuah, Surabaya 23 April 2009: hal. II-31-36, 2009.

Zafran, “Infeksi Cryptocaryon irritans pada benih kerapu cantik dan penanggulangannya” , Dalam Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XIII ISOI 2016, Surabaya, hal. 189-194, 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research