PENGARUH LAMA WAKTU YANG BERBEDA PADA TRANSPORTASI BENIH IKAN KERAPU SUNU Plectropomus leopardus DENGAN SISTEM TERTUTUP

Suko Ismi, Yasmina Nirmala Asih, Afifah Nasukha, Ni Wayan Widya Astuti
  JFMR, pp. 339-344  

Abstract


Ikan kerapu sunu Plectropomus leopardus merupakan komoditas perikanan laut yang bernilai ekonomis tinggi dengan harga yang mahal. Benih telah dapat diproduksi mulai dipasarkan ukuran 3,0 cm, proses transportasi sangat diperlukan mengingat konsumen yang memerlukan benih kerapu sunu untuk usaha pendederan atau budidaya yang tempatnya jauh dari sumber benih. Penelitian ini bertujuan mengetahui sampai berapa lama waktu tempuh yang dapat menghasilkan benih dengan kelangsungan hidup tinggi dan kondisi ikan sehat. Transportasi benih ikan kerapu sunu dilakukan dengan sistem tertutup, dengan menggunakan mobil bergerak, setelah 6 jam perjalanan oksigen dalam kantong  plastik diganti, kemudian dikemas kembali seperti semula untuk melanjutkan perjalanan sesuai perlakuan. Benih ikan kerapu sunu yang digunakan ukuran 3,15±0,54 cm, dengan kepadatan 250 ekor per bok. Penelitian menggunakan   rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan,  dengan  perlakuan beda waktu transportasi: A.12 jam; B. 16 jam; C.20 jam; D. 24 jam dan E. 30 jam. Hasil menunjukan lama waktu transportasi pada perlakuan 12 jam hingga 24 jam  tidak berbeda nyata menghasilkan kelangsungan hidup 98,0 – 100%   tetapi berbeda nyata (P<0,05) dengan tranportasi selama 30 jam dengan kelangsungan hidup 79,9%.


Keywords


benih, ,lama waktu, Plectropomus leopardus, transportasi

Full Text:

PDF

References


K. Suwirya, ”Perkembangan larva kerapu sunu (Plectropomus leopardus) pada stadia awal”, Laporan Teknis Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, 6p, Des 2003.

K.Suwirya,”Pematangan induk kerapu sunu (Plectropomus leopardus) dengan manipulasi hormone”, Laporan Teknis Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, 8p, Des 2004.

S. Ismi, ”Produksi kerapu sunu (Plectromomus leopardus) di hatchery skala rumah tangga”, Prosiding Konferensi Akuakultur Indonesia, Masyarakat Akuakultur Indonesia UNDIP Semarang, hal. 190-192, Surabaya 6-8 Jun 2006.

K. Suwirya dan R. Melianawati, “Usaha pengembangan pembenihanikan kerapu sunu, Plectromomus leopardus di Indonesia”, Prosiding Simposium Nasional Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan Kawasan Timur Indonesia, Ambon, hal. 199-203, 1-2 Ags 2010.

G.L. Crammer, C.W. Jensen, and D.D. Southgate, “Agricultural Economics and Agribusiness”, (Eight Edition) John Wiley and Sons, Inc., New York, U.S.A. 76 p, Des 2000.

R.N. Okoh, C.O.A. Ugwumba, and H.O. Elue, “Gender roles in food stuff marketing in Delta North Agricultural Zone: The case of rice”, in Ume et al. (eds) Farm. 22nd Annual National Conference Proceedings, 114-123pp. 2008.

S. Ismi, “Pengaruh penggantian oksigen pada transportasi benih kerapu dengan sistem tertutup”, J. Ilmu dan Teknologi Kelauta Tropis,vol.9, no.1, hal. 385 -391, Jun 2017.

S. Wibowo, “Kajian sifat fisiologis kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) sebagai dasar dalam pengembangan teknik transportasi hidup”, J. Penel. Perik. Indonesia Edisi Pasca Panen, vol.8, no.6, hal. 1-9, Jul 2002.

H. Absali and S. Mohamad, “Effects of Using the Valeriana officinalis Extract During Transportation of Swordtail, Xiphophorus helleri”, University of Agriculture and Natural Resources of Gorgan, Golestan, Iran, p. 432-435, Des 2010.

T.D. Suryaningrum, D. Ikasari dan Syamsidi, “Pengaruh kepadatan dan durasi dalam kondisi transportasi sistem kering terhadap kelulusan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus)”, Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, vol.2: 171-181, Des 2008.

B. K. Davis and B.R. Griffin, “Physiological Respon of Hybrid Striped Bass Under Sedatation by Several Anasthetics”, Aquaculture, vol. 233 p. 531-548, Apr 2004.

S.D. Coyle, R.M. Durborow and J.H.Tidwell. “Anesthetics in Aquaculture”, Southern Regional Aquaculture Center. Publication, 3900, 6 p, Jan 2004.

B. Hjeltnes, and R. Waagbø, “ Transportation of fish within a closed system”, Opinion of the Panel on Animal Health and Welfare, Norwegian Scientific Committee for Food Safety. Norwegian, vol 3. 11 p. Des 2008.

C.E.Boyd, “Water quality for pond aquaculture”, Burmingham (US), Burmingham Publising, 482 p, 1990.

S. Ismi, D. Kusumawati dan Y.N. Asih, “Pengaruh lama waktu pemuasaan dan beda kepadatan benih kerapu pada transportasi secara tertutup”, J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, vol. 8, no.2. hal. 625-632, Des 2016.

A. Bocek, “Pengangkutan ikan”, Pedoman teknis. Proyek Penelitian dan Pengembangan Perikanan., Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Jakarta, 17 hal , Des 1992.

S. Ismi, 2017. “Pengaruh penggantian oksigen pada transportasi benih kerapu dengan sistem tertutup”, J. Ilmu dan Teknologi Kelauta Tropis vol.9, no.1, hal, 385 -391, Jun 2017.

[NRC] National Research Council, “ Nutrient Requirement of Warmwater Fishes and Shelfishes”, Revised Edition, Washington DC (US): National Academy Press, 102, Ags 1977.

S. Syamdidi, D. Ikasari, S. Wibowo, “ Studi sifat fisiologis ikan gurami (Osphronemus gourami) pada suhu rendah untuk pengembangan teknologi transportasi ikan hidup”, Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, vol.1, no.1 , hal.75-83, Jun 2010.

R. Karnila and Edison, “ Pengaruh suhu dan waku pembiusan bertahap terhadap ketahanan hidup ikan jambal siam (Pangasius sutchi F) dalam ransportasi sistem kering”, Jurnal Natur Indonesia III, vol. 2, hal. 151-167, Des 2001.

S.M. Levit, “ A Literature Review of Effects of Ammonia on Fish”, The Nature Concervacy, Center for Science in Public Participation, Bozeman, Montana, 12 p, Nov 2010

D.J. Randall and T.K.N. Tsui, "Ammonia Toxicity in Fish. Marine Pollution Bulletin, vol. 45, hal. 17-23, Sep 2002

V. Pramono, 2002, “Penggunaan ekstrak Caulerpa racemosa sebagai bahan pembius pada pra transportasi ikan nila ( Oreochromis niloticus ) hidup”, Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut pertanian Bogor, Bogor, 50 hal, Nov 2002.

S.H. Todd, “Methods for reducing stressors and maintaining water quality associated with live fish transport in tanks : a review of the basics”, Aquaculture. Vol.1, no.1, hal. 58 – 66, Feb 2009.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)