Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Kombinasi Madu dan Patikan Kerbau (Euphorbia hirta)

Prevention of Aeromonas hydrophila Bacteria Infection in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) by Ccombination of Madu and Patikan Kerbau (Euphorbia hirta)

Authors

  • Maksima Jumina Nusa Cendana University
  • Yuliana Salosso Nusa Cendana University
  • Asriati Djonu Nusa Cendana University

DOI:

https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2024.008.01.10

Keywords:

Aeromonas hydrophila, Clarias gariepinus, Madu, Patikan Kerbau, Honey

Abstract

Penyakit ikan adalah kendala yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya ikan. Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan bakteri penyebab munculnya penyakit MAS (Motile Aeromonad Septicemia). Penggunaan antibiotik merupakan salah satu cara penanggulangan penyakit ikan. Namun penggunaan antibiotik secara berlebihan dan dalam jangka panjang menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik serta tidak ramah lingkungan. Penggunaan bahan alam seperti madu dan patikan kerbau (Euphorbia hirta) sebagai imunostimulan dapat pertahanankan tubuh ikan terhadap infeksi bakteri A. hydrophila. Madu dan patikan kerbau (E. hirta) memiliki komponen antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, polifenol, hydrogen peroksida serta kandungan gula pada madu yang mampu melawan bakteri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi madu dan patikan kerbau (E. hirta) serta perbandingan kombinasi yang baik dalam menghambat infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 perlakuan perbandingan kombinasi dengan ulangan sebanyak 3 kali serta serta 2 perlakuan kontrol (Negatif dan positif) sebagai pembanding. Perbandingan kombinasi yang digunakan yaitu 2 : 1 (1000 ml madu + 500 ml  air rebusan patikan kerbau), 1,5 : 1,5 (750 madu + 750 air rebusan patikan kerbau) dan 1 : 2 (500 ml madu + 1000 ml air rebusan patikan kerbau). Pencegahan dilakukan dengan merendam ikan pada setiap perlakuan perbandingan sekitar 1 - 2 menit selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pencegahan infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo menggunakan kombinasi madu dan patikan kerbau tidak memberikan pengaruh nyata ditinjau dari paramater hematologi (Eritrosit, leukosit dan hemoglobin), parameter kelulushidupan dan pertumbuhan mutlak.  Namun parameter gejala klinis menunjukkan pengaruh positif terlihat dari gejala klinis yang ditimbulkan pasca infeksi bakteri yang lebih ringan.

Fish disease is an obstacle that is often encountered in aquaculture activities. The bacteria Aeromonas hydrophila is the bacteria that causes the disease MAS (Motile Aeromonad Septicemia). The use of antibiotics is one way to control fish diseases. However, excessive and long-term use of antibiotics causes bacterial resistance to antibiotics and is not eco-friendly. The use of natural ingredients such as honey and buffalo starch (Euphorbia hirta) as immunostimulants can defend the fish's body against infection with the A. hydrophila bacteria. Honey and buffalo starch (E. hirta) have antibacterial components such as flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, polyphenols, hydrogen peroxide and sugar content in honey which can fight bacteria. This research was carried out with the aim of finding out the effect of giving a combination of honey and buffalo patikan (E. hirta) as well as a good comparison of the combination in inhibiting A. hydrophila bacterial infection in African catfish. The research used a Completely Randomized Design consisting of 3 treatment combinations with 3 replications and 2 control treatments (negative and positive) as comparisons. The ratio of combinations used is 2 : 1 (1000 ml honey + 500 ml buffalo patikan boiled water), 1.5 : 1.5 (750 honey + 750 buffalo patikan boiled water) and 1 : 2 (500 ml honey + 1000 ml water buffalo stew). Prevention is carried out by soaking the fish in each treatment ratio for around 1 - 2 minutes for 30 days. The results of the study showed that preventing Aeromonas hydrophila bacterial infection in African catfish using a combination of honey and buffalo starch did not have a real effect in terms of hematological parameters (erythrocytes, leukocytes and hemoglobin), survival and absolute growth parameters. However, clinical symptom parameters show a positive influence as seen from the milder clinical symptoms that arise after bacterial infection.

References

M. Phillips et al., “Menjelajahi masa depan perikanan budidaya Indonesia (Exploring Indonesian aquaculture futures),” WorldFish, 2016.

A. Putra, D. Finasthi, S. Y. A. Putri, and S. Aini, “Komoditas Akuakultur Ekonomis Penting di Indonesia,” War. Iktiologi, vol. 6, no. 3, pp. 23–28, 2022.

dan M. U. K. A. Yeni Mulyani, Eri Bachtiar, “Peranan Senyawa Metabolit Sekunder Tumbuhan Mangrove Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio L.),” J. Akuatika, vol. IV, no. 1, pp. 1–4, 2013.

A. D. Indriani, S. B. Prayitno, and - Sarjito, “Penggunaan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Sebagai Alternatif Pengobatan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila,” J. Aquac. Manag. Technol., vol. 3, no. 3, pp. 58–65, 2014, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jamt/article/view/5802

S. Almasaudi, “The antibacterial activities of honey,” Saudi J. Biol. Sci., vol. 28, no. 4, pp. 2188–2196, 2021, doi: 10.1016/j.sjbs.2020.10.017.

L. Ode Sumarlin, A. Suprayogi, M. Rahminiwati, A. Tjachja, and D. Sukandar, “Bioaktivitas Ekstrak Metanol Daun Namnam Serta Kombinasinya Dengan Madu Trigona,” J. Teknol. dan Ind. Pangan, vol. 26, no. 2, pp. 144–154, 2015, doi: 10.6066/jtip.2015.26.2.144.

S. Rahmaningsih, M. Zenuddin, and A. Sudianto, “Gambaran Hematokrit Darah Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepenus) Yang Diberi Pakan Serbuk Daun Majapahit(Cresentia Cujete L.) Dan Diinfeksi Dengan Bakteri Aeromonas Hydrophila,” J. Kelaut. dan Perikan. Terap., vol. 1, no. 2, p. 63, 2019, doi: 10.15578/jkpt.v1i2.7334.

S. S and T. Sukmono, “Kajian Penggunaan Ciprofloxacin Terhadap Histologi Insang Dan Hati Ikan Botia (Botia Macracanthus, Bleeker) Yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila,” Biospecies, vol. 12, no. 1, pp. 55–67, 2019, doi: 10.22437/biospecies.v12i1.6597.

R. Priyatna, S. Indarjulianto, and K. Kurniasih, “Infeksi Aeromonas salmonicida dari Berbagai Wilayah di Indonesia Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio),” Biota J. Ilm. Ilmu-Ilmu Hayati, vol. 16, no. 2, pp. 287–297, 2011, doi: 10.24002/biota.v16i2.111.

G. Megawati and A. Wijayakesuma, “Literature Review: Potensi Propolis Sebagai Imunomodulator,” J. Kesehat., vol. 13, no. 3, p. 636, 2022, doi: 10.26630/jk.v13i3.2742.

M. Maryani and R. Rosdiana, “Peranan Imunostimulan Akar Kuning Arcangelisia Flava Merr Pada Gambaran Aktivasi Sistem Imun Ikan Mas (Cyprinus carpio L),” J. Akuakultur Rawa Indones., vol. 8, no. 1, pp. 22–36, 2020, doi: 10.36706/jari.v8i1.10328.

E. Prasetio, M. Fakhrudin, and H. Hasan, “Pengaruh Serbuk Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Hematologi Ikan Jelawat (Leptobarbus Hoevenii) Yang Diuji Tantang Bakteri Aeromonas hydrophila,” J. Ruaya J. Penelit. dan Kaji. Ilmu Perikan. dan Kelaut., vol. 5, no. 2, pp. 44–54, 2017, doi: 10.29406/rya.v5i2.721.

S. Aniputri, F.D., Hutabarat, J., “Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tingkat Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis niloticus),” J. Aquac. Manag. Technol., vol. 6, no. 2, p. 22, 2013, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jfpik

L. Dianti, S. B. Prayitno, and R. W. Ariyati, “Ketahanan nonspesifik ikan mas ( Cyprinus carpio ) yang direndam ekstrak daun jeruju ( Acanthus ilicifolius ) terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila,” Aquac. Manag. Technol., vol. 2, no. 4, pp. 63–71, 2013, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jfpik

S. N. D. Wahjuningrum, N. Ashry, “Pemanfaatan Ekstrak Daun Ketapang Terminalia Cattapa Untuk Pencegahan Dan Pengobatan Ikan Patin Pangasionodon Hypophthalmus Yang Terinfeksi Aeromonas hydrophila,” vol. 7, no. 1, pp. 11–17, 2008.

A. Semwal, A. Kumar, and N. Kumar, “A review on pathogenicity of Aeromonas hydrophila and their mitigation through medicinal herbs in aquaculture,” Heliyon, vol. 9, no. 3, p. e14088, 2023, doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e14088.

Sukenda, L. Jamal, D. Wahjuningrum, and A. Hasan, “Penggunaan Kitosan untuk Pencegahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo Clarias sp.,” J. Akuakultur Indones., 2008.

A. Djunaedi, R. Pribadi, R. Hartati, S. Redjeki, R. W. Astuti, and B. Septiarani, “Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda,” J. Kelaut. Trop., vol. 19, no. 2, p. 131, 2016, doi: 10.14710/jkt.v19i2.840.

C. Harper and J. C. Wolf, “Morphologic effects of the stress response in fish,” ILAR J., vol. 50, no. 4, pp. 387–396, 2009, doi: 10.1093/ilar.50.4.387.

I. Lukistyowati, “Pelacakan Gen Aerolysin dari Aeromonas hydrophila pada Ikan Mas yang Diberi Pakan Ekstrak Bawang Putih (DETECTION OF AEROLYSIN GEN FROM AEROMONAS HYDROPHILA IN COMMON CARP FED WITH GARLIC EXTRACT),” J. Vet., vol. 13, no. 1, pp. 43–50, 2012.

M. I. Yasin, “Studi Penyakit Dan Penggunaan Bahan Kimia Pada Tambak Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di Kabupaten Mamuju Tengah Menggunakan Liquid Chromatography Tandem-Mass Spectrometry Dan Diagnosa Molekuler Study of Disease and Use of Chemicals in Aquaculture of ,” J. Ilm. Maju, vol. 4, no. 2, p. 6, 2021.

Y. Salosso, A. Tjendanawangi, S. Lopez, and W. Pasaribu, “Effect of the Combination of Kefa Forest Honey and Euphorbia hirta as a Curative agent of Vibrio alginolyticus in the Hybrid Grouper Epinephelus fuscoguttatus,” IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci., vol. 1147, no. 1, 2023, doi: 10.1088/1755-1315/1147/1/012006.

Downloads

Published

2024-03-30