PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilmbi L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Pseudomonas fluorescens SECARA IN VITRO

Etika Dwi Rahmawati, Sri Andayani, Heny Suprastyani
  JFMR, pp. 301-307  

Abstract


Intensifikasi budidaya perikanan dapat menyebabkan menurunnya kondisi lingkungan yang menyebabkan penyakit pada ikan. Penyakit yang sering menginfeksi ikan adalah bakteri Pseudomonas fluorescens. Pengobatan yang sering dilakukan yaitu penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi bakteri. Pengobatan alternatif digunakan pada ikan yang terserang penyakit oleh bakteri adalah dengan menggunakan bahan – bahan alami yang mengandung zat anti bakteri yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan resistensi terhadap bakteri. Salah satunya adalah daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.). Berdasarkan masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap bakteri P. fluorescens. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap bakteri P. fluorescens. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan Uji MIC (Minimum Inhibition Concentration) dan Uji Cakram. Pada penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, 2 kontrol dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan dosis 5 ppm, 25 ppm, 45 ppm, 65 ppm dan 85 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dosis dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan E dengan dosis 85 ppm.


Keywords


Daun Belimbing Wuluh, Pseudomonas fluorescens, Uji MIC, Uji Cakram

Full Text:

PDF

References


Sukarni,Maftuch dan H.Nursyam. 2012. Kajian Penggunaan Ciprofloxacin terhadap Histologi Insang dan Hati Ikan Botia (Botia macracanthus, Bleeker) yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. J.Exp. Life Sci. 2(1): 6-12.

Gardenia, L., I. Koesharyani, H. Supriyadi, dan T. Mufidah. 2010. Aplikasi deteksi aeromonas hydrophila penghasil aerolysin dengan menggunakan polymerase chain reaction (pcr). Prosiding forum inovasi teknologi akualultur. 877-883.

Foysal M.J., M.M. Rahman.and M Alam. 2011. Antibiotic sensitivity and in vitro antimicrobial activity of plant extracts to P.fluorescens isolates collected from diseased fish. International Journal of Natural Sciences .1(4):82-88.

Afifi,R., E. Erlin, dan J. Rachmawati. 2018. Uji anti bakteri ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbi L) terhadap zona hambat bakteri jerawat Propionibacterium acnes secara in vitro. Quangga. 10(1):11-18.

Liantari, D. S. 2014. Effect of wuluh starfruit leaf extract for Streptococcus mutans growth. J Majority. 3(7) :27-33.

Pendit P. A. C. D., E. Zubaidah, F. H. Sriherfyna. 2016. Karakteristik fisik kimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun belimbing wuluh (A. bilimbiL.). Jurnal Pangan dan Agroindustri.4(1): 400-409.

Putri, R. W., W, Tjajaningsih dan D, Handijatno. 2008. Daya antibakteri pigmen pyocyanin dari isolate Pseudomonas aeruginosa terhadap Aeromonas hydrophila secara in vitro. Jurnal berkala ilmiah perikanan. 3(1): 65-73.

Saputra,O., N. Anggraini. 2016 Khasiat belimbing wuluh(A. bilimbi L.) terhadap penyembuhan Acne Vulgaris. Majority.5(1):76-80.

Maliana, Y., S. Khotimah, F. Diba. 2013. Aktivitas antibakteri kulit Garcinia mangostana Linn. Terhadap pertumbuhan Flavobacterium dan Enterobacter dari Coptotermes curvignathus Holmgren. Protobiont. 2(1): 7 – 11.

Wila, H., F. Yusro, Y. Mariani. 2018. Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang (Eusideroxylon zwageri) terhadap Escherichia coli dan Salmonella typhi. Jurnal Tengkawang. 8(1) : 38 – 49.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)